Kian Marak di Indonesia, Apa Itu Bank Digital?

Humas Bank Jago
Ilustrasi bank digital.
Penulis: Sorta Tobing
21/4/2021, 17.02 WIB

Bank juga dapat menggunakan aplikasinya untuk mengirim peringatan kepada nasabah, seperti deteksi penipuan dan pemberitahuan saldo rendah.

Jadi, neobank memberikan semua layanannya secara online dan tidak memiliki kantor cabang fisik, tidak seperti bank konvensional. Nasabah cukup memakai ponsel dan koneksi internet untuk mengakses layanan keuangannya.

Bank digital dipandang sebagai garda terdepan dalam hal inovasi di sektor jasa keuangan, yang secara tradisional didominasi oleh bank-bank besar dan mapan.

Ilustrasi bank digital. (Arief Kamaludin|KATADATA)

Tantangan Pengembangan Bank Digital di Indonesia

Perkembangan bank digital juga diikuti dengan tantangannya. Analisis Data Katadata.co.id pernah menulis soal ini dengan judul Selamat Datang Era Bank Digital di Indonesia, Prospek & Tantangannya.

Tantangan pertama, belum ada aturan mengenai bank digital. Tugas inilah yang sedang OJK kerjakan. Neobank memiliki aspek perbankan baru, terutama soal pembukaan rekening secara virtual dan keamanan data pengguna. 

Kedua, belum ada regulasi terkait perlindungan data dan sistem keamanan yang memadai. Hal ini berpotensi mengakibatkan data pengguna disalahgunakan oleh pihak ketiga. 

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melaporkan serangan terhadap situs internet, pengumpulan informasi, dan trojan paling banyak ditemukan pada Januari-Juli 2020. Total serangan siber pun mencapai 189,9 juta selama periode tersebut.

Ketiga, literasi keuangan masyarakat Indonesia masih rendah. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2019 menyebutkan literasi keuangan nasional sebesar 38%. Jika dilihat berdasarkan sektor jasa keuangan, perbankan punya persentase tertinggi, yakni 36,1%.

Meski begitu, masih lebih banyak ruang yang belum terisi dengan pengetahuan dan keyakinan soal layanan keuangan. Melihat peluang dan tantangan yang ada, bank digital perlu memutar otak untuk mengamankan, bahkan memperbesar porsinya dalam layanan keuangan di Indonesia.

 Penyumbang bahan: Muhammad Fikri (magang)

Halaman:
Reporter: Ihya Ulum Aldin