Salurkan KUR Rp 13 T, Bank Mandiri Kerek Plafon Kredit Tanpa Jaminan

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
Petugas dengan bermasker dan berpelindung wajah melayani nasabah di Kantor Cabang Digital Bank Mandiri Syariah Thamrin, Jakarta, Rabu (3/6/2020).
Penulis: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
20/5/2021, 21.06 WIB

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berencana menaikkan plafon kredit usaha rakyat (KUR) tanpa jaminan dari Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta. Langkah tersebut diakui sebagai bentuk dukungan atas kebijakan pemerintah.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan, bank pelat merah ini juga akan memperpanjang tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3% yang semula hanya sampai Juli 2021 menjadi hingga Desember 2021.

“Kebijakan pemerintah dapat meningkatkan serta memperluas akses pembiayaan murah yang bisa dinikmati pelaku UMKM di tengah pandemi Covid-19,” ujar Rudi dalam keterangan resminya, Kamis (20/5).

Hingga April 2021, Bank Mandiri sudah menyalurkan KUR sebanyak Rp 13,1 triliun kepada 135.538 debitur. "KUR tersebut telah disalurkan ke sektor produksi sebanyak Rp 7,53 triliun atau sebesar 57,5% dari total penyaluran,” kata Rudi.

Rudi menjelaskan Bank Mandiri juga akan fokus menyalurkan KUR pada sektor produksi sesuai arahan dari pemerintah. Saat ini, penyaluran KUR Bank Mandiri didominasi oleh sektor pertanian dengan realisasi sebesar Rp 3,5 triliun atau sekitar 27,17% dari total penyaluran KUR.

Melihat animo masyarakat yang tinggi terhadap KUR, Bank Mandiri juga mengusulkan penambahan plafon KUR dari yang saat ini sebesar Rp 31 triliun. “Kami masih menunggu keputusan pemerintah terkait usulan tersebut,” kata Rudi.

Bank Mandiri mendukung kebijakan pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk mengoptimalkan penyaluran KUR karena sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Reporter: Ihya Ulum Aldin