BTN (BBTN)–BSN Dominasi Pangsa Pasar KPR Subsidi, Capai 72%

ANTARA FOTO/Andry Denisah/wsj.
Foto udara deretan rumah pada salah satu proyek pembangunan perumahan subsidi di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (25/2/2026).
2/4/2026, 07.22 WIB

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) dengan anak usahanya, PT Bank Syariah Nasional (BSN) menggenggam pangsa pasar Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) subsidi sekitar 72% dengan jumlah penyaluran KPR Subsidi mencapai 28.811 unit.

Dominasi tersebut melampaui bank-bank lain dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat pangsa pasar 8,28% dengan realisasi 3.311 unit rumah. Lalu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar 6,95% atau 2.780 unit rumah.

Selanjutnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan market share 5,36% dengan realisasi 2.143 unit rumah. Sedangkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menggenggam pangsa pasar 2,02% dan realisasi 808 unit rumah.

Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, menyampaikan tingginya pangsa pasar BBTN karena ditopang penyaluran KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dalam pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Hirwandi mengatakan BTN berkomitmen untuk tetap menjadi motor terdepan dalam pembiayaan perumahan, khususnya bagi segmen MBR. “Peningkatan market share ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh," kata Hirwandi dalam keterangannya, Rabu (1/4).

Sejak pertama kali menyalurkan KPR pada 1976, BTN telah membiayai 4.087.046 unit rumah dengan total nilai mencapai Rp 262,32 triliun. Hingga 27 Maret 2026, realisasi penyaluran KPR subsidi BTN tercatat sebesar Rp 3,65 triliun untuk 21.954 unit rumah. 

Adapun sepanjang 2025, BTN menyalurkan KPR subsidi sebanyak 132.803 unit rumah dengan nilai Rp 22,01 triliun. Hirwandi mengatakan, BTN akan terus memperluas akses pembiayaan perumahan.

Capaian tersebut sekaligus mempertegas peran BTN dalam mendukung kepemilikan hunian bagi masyarakat Indonesia, seiring penguatan fungsi intermediasi demi mendorong kinerja BBTN.

"Kolaborasi dengan pemerintah dan pengembang akan terus diperkuat agar penyaluran KPR subsidi semakin merata dan tepat sasaran," ucap Hirwandi.

Laba BTN Naik 16,4% Tahun 2025

Emiten perbankan pelat merah itu membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 3,5 triliun tahun buku 2025. Torehan itu melonjak 16,4% year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp 3 triliun. 

Capaian itu ditopang dari pendapatan bunga yang naik 23% yoy menjadi Rp 36,33 triliun hingga akhir 2025, dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 29,55 triliun. 

Di samping itu beban bunga sebesar Rp 17,9 triliun per akhir 2025 dari tahun sebelumnya yakni Rp 17,84 triliun. Alhasil BTN membukukan pendapatan bunga bersih yang naik 57,5% menjadi Rp 18,4 triliun pada akhir 2025 dibandingkan Rp 11,7 triliun pada tahun 2024. 

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, BTN mampu memperkuat profitabilitas dengan memperbaiki proses bisnis di sisi penyaluran kredit dan pengelolaan portofolio. 

Hal itu menghasilkan pertumbuhan lebih cepat dan upaya konsisten perusahaan dalam memperoleh pendanaan yang berbiaya lebih murah. Adapun margin bunga bersih (net interest margin/NIM) menjadi 4,2% pada akhir 2025, naik 133 basis poin (bps) dari tahun sebelumnya sebesar 2,9%. 

Sepanjang tahun 2025, Nixon juga mengatakan BTN mampu membukukan total aset konsolidasi sebesar Rp 527,7 triliun. Angka itu melampaui target yang ditetapkan pada awal tahun lalu sebesar Rp 500 triliun. 

Nixon menyebut torehan aset tersebut ditopang dari penyaluran 6 juta unit rumah termasuk kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sektor informal, dengan pangsa pasar KPR mencapai 39% secara nasional. 

“BTN berhasil mengakselerasi pertumbuhan bisnis sepanjang tahun 2025 ditopang penguatan profitabilitas dan proses bisnis yang semakin efisien berkat transformasi yang konsisten dilakukan di berbagai lini,” ujar Nixon di Jakarta, Senin (9/2).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila