Investor Melirik IPO Raksasa Teknologi, Bitcoin Sentuh Level US$ 65.000
Bitcoin merosot ke level US$ 65.385 (Rp 1,17 miliar, kurs Rp 17.920 per US$) yang merupakan level terendah sejak Februari 2026, pada perdagangan Rabu (3/6). Penurunan itu terjadi setelah S&P 500 dan Nasdaq 100 ditutup pada rekor tertinggi pada perdagangan Selasa (2/6).
Saham-saham Asia sebagian besar naik dan Indeks Nikkei 225 di Jepang mencapai rekor tertinggi pada hari Rabu (3/6).
“Masalah yang lebih luas adalah rotasi likuiditas. Kripto menghadapi persaingan memperebutkan modal karena pasar saham berkinerja lebih baik, investor asli kripto dan manajer aset tradisional tertarik pada narasi ekuitas yang lebih kuat,” kata analis QCP, seperti dikutip CNBC, pada Rabu (3/6).
Investor mengalihkan likuiditas dari Bitcoin ke pasar saham untuk memburu penawaran saham perdana (IPO) perusahaan teknologi raksasa, seperti SpaceX, OpenAI, dan Anthropic. IPO termasuk peristiwa pasar yang paling dinantikan oleh para investor pada tahun ini.
Para pakar mencermati pergerakan Bitcoin di kisaran pertengahan US$ 60.000 atau Rp 1,07 miliar untuk pergerakan awal. Jika Bitcoin menembus level support tersebut, bisa terjadi penurunan yang jauh lebih tajam.
Menguji Level Psikologis US$ 60.000
“Bitcoin perlu bertahan di sekitar US$ 65.000 (Rp 1,16 miliar),” kata Jonathan Krinsky, ahli strategi teknikal di BTIG. Level tersebut merupakan benteng support terakhir sebelum menguji level terendah tahun ini di sekitar US$ 60.000 (Rp 1,07 miliar).
QCP memperkirakan situasi serupa. “Kami melihat support awal di sekitar US$ 63.000 (Rp 1,13 miliar) hingga US$ 64.000 (Rp 1,15 miliar), di mana penawaran sebelumnya muncul pada bulan Februari dan Maret,” kata QCP.
Jika Bitcoin tembus di bawah level tersebut, para investor kripto akan mencermati level US$ 62.000 (Rp 1,11 miliar) diikuti level psikologis US$ 60.000 (Rp 1,07 miliar). "Di luar itu, US$ 58.000 (Rp 1,04 miliar) akan menjadi support utama berikutnya.”
