BI Borong SBN Rp 90,05 Triliun untuk Stabilkan Pasar Obligasi

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.
Petugas keamanan melakukan penjagaan di kawasan Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (3/9/2025).
Penulis: Ade Rosman
8/4/2026, 16.59 WIB

Bank Indonesia (BI) telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 90,05 triliun dari pasar sekunder sepanjang 2026 sebagai bagian dari langkah stabilisasi pasar keuangan domestik. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pembelian SBN dilakukan di tengah meningkatnya volatilitas global akibat konflik geopolitik dan kenaikan suku bunga global.

“Kami juga terus membeli SBN dari pasar sekunder. Tahun ini year to date-nya sudah membeli Rp 90,05 triliun,” kata Perry saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4). 

Perry menuturkan, pembelian SBN menjadi bagian dari rekalibrasi kebijakan moneter yang kini lebih diarahkan untuk menjaga stabilitas.

Ia menyebut tekanan utama berasal dari kenaikan yield US Treasury yang memicu perpindahan dana dari emerging market atau pasar negara-negara berkembang.

BI menilai intervensi di pasar obligasi diperlukan untuk menjaga stabilitas imbal hasil domestik sekaligus memastikan transmisi kebijakan moneter tetap berjalan.

Perry menuturkan, langkah ini juga dilakukan bersamaan dengan intervensi di pasar valas dan penyesuaian instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Aksi Jual Investor Asing di Bursa Saham dan Obligasi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya mencatat dana asing yang keluar dari pasar modal Indonesia mencapai Rp 45 triliun sepanjang Maret 2026. Aksi jual asing itu terjadi di pasar saham maupun obligasi.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, di bursa saham tercatat nilai penjualan bersih atau net sell investor asing mencapai Rp 23,34 triliun pada Maret 2026.

"Lonjakan aksi jual oleh investor asing disebabkan adanya transaksi di pasar negosiasi pada sejumlah saham di bursa efek," kata Hasan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2026, di Jakarta, Senin (6/4).

Di pasar obligasi, investor asing juga mencatatkan penjualan bersih SBN senilai Rp 21,8 triliun secara month to month.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman