Dibuka Menguat, Rupiah Diproyeksi Terkoreksi ke Rp 17.300 per Dolar AS

Katadata/Fauza Syahputra
Petugas menunjukkan pecahan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Editor: Ahmad Islamy
28/4/2026, 09.35 WIB

Nilai tukar rupiah diperkirakan kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa (28/4). Hal itu seiring dengan meningkatnya sentimen pasar global yang cenderung menghindari risiko (risk off).

Analis Doo Financial, Lukman Leong menyatakan, pelemahan rupiah dipicu oleh ketidakpastian proses perdamaian di kawasan Timur Tengah yang kembali memunculkan kekhawatiran investor global.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen yang berbalik risk off dari ketidakpastian perdamaian di Timur Tengah,” ujarnya kepada Katadata, Selasa (28/4).

Berdasarkan Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp 17.218 per dolar AS menguat 0,14% atau 19 poin. Hingga pukul 09.10 WIB, mata uang nasional langsung melemah Rp 17.235 per dolar AS turun 0,14% atau 24 poin.

Adapun pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup di level Rp 17.211 per dolar AS. Ini membuat rupiah menguat 0,11% dibanding penutupan Jumat (24/4) yang berada di level Rp 17.229 per dolar AS.

Lukman menjelaskan, kondisi tersebut mendorong penguatan indeks dolar AS serta kenaikan harga minyak mentah dunia, yang secara historis memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Dalam situasi ini, investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman seperti dolar AS, sehingga menekan nilai tukar rupiah.

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan berada dalam kisaran Rp 17.150 hingga Rp 17.300 per dolar AS.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah