Mengenal KKI Ritel yang Diluncurkan BI, Bisa Dipakai untuk Transaksi QRIS

Vecteezy.com/Sirichai Puangsuwan
Ilustrasi kartu kredit
18/8/2026, 13.54 WIB

Bank Indonesia (BI) meresmikan implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk segmen ritel pada Senin (17/8) bertepatan dengan HUT RI yang ke-81. Instrumen pembayaran ini menjadi alternatif pembayaran deferred payment domestik yang diproses melalui infrastruktur sistem pembayaran nasional.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Ryan Rizaldy mengatakan, KKI ritel pada tahap awal diterbitkan dalam bentuk kartu digital dan dapat digunakan sebagai sumber dana untuk transaksi melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

"Kami mengapresiasi Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia yang telah bersinergi erat untuk mewujudkan KKI ini," ujar Ryan.

Apa itu KKI dan bagaimana cara penggunaannya?

KKI segmen ritel merupakan instrumen pembayaran dengan fasilitas kredit sebagai sumber dana atau deferred payment. Artinya, transaksi dilakukan menggunakan fasilitas kredit yang pembayarannya dilakukan kemudian.

Pemrosesan transaksi KKI dilakukan secara domestik melalui Infrastruktur Sistem Pembayaran Nasional. BI mengembangkan KKI untuk menyediakan instrumen deferred payment domestik yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal atau CeMuMuAH.

Siapa yang Bisa Menggunakan KKI?

KKI dapat digunakan oleh individu maupun korporasi. Instrumen ini juga tersedia untuk layanan konvensional maupun syariah, sesuai dengan produk yang disediakan oleh penyedia jasa pembayaran (PJP) penerbit. 

Dengan demikian, KKI segmen ritel tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan transaksi individu, tetapi juga dapat dimanfaatkan korporasi untuk mendukung kegiatan usaha.

Apa Bedanya dengan KKI Pemerintah?

KKI ritel dan KKI Pemerintah pada dasarnya merupakan instrumen pembayaran dalam ekosistem Kartu Kredit Indonesia. Perbedaannya terletak pada segmen pengguna dan peruntukannya.

KKI Pemerintah diperuntukkan bagi satuan kerja pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mendukung transaksi belanja pemerintah. 

Sementara itu, KKI segmen ritel dapat dimiliki dan digunakan masyarakat serta korporasi untuk memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari maupun kegiatan usaha.

Siapa yang Mengembangkan KKI?

KKI dikembangkan oleh BI bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dengan dukungan Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), PJP penerbit, dan Penyelenggara Infrastruktur Pembayaran (PIP).

Apa Bedanya dengan Kartu Kredit Prinsipal Internasional?

Perbedaan utama KKI dengan kartu kredit yang menggunakan prinsipal internasional terletak pada skema pemrosesan transaksi. KKI diproses secara domestik melalui Infrastruktur Sistem Pembayaran Nasional. Sementara kartu kredit dengan prinsipal internasional menggunakan skema pemrosesan dari prinsipal internasional.

Meski demikian, kehadiran KKI tidak menggantikan kartu kredit prinsipal internasional. Kedua instrumen tersebut akan berjalan berdampingan atau co-exist, sehingga masyarakat tetap memiliki pilihan instrumen pembayaran sesuai kebutuhan.

Bagaimana Bentuk dan Cara Menggunakan KKI?

Pada tahap awal implementasi, KKI tersedia dalam bentuk kartu digital. KKI digital dapat digunakan sebagai sumber dana untuk melakukan transaksi melalui ekosistem QRIS.

Pengguna dapat melakukan pembayaran dengan memindai QRIS menggunakan metode QRIS Merchant Presented Mode (MPM) maupun QRIS Consumer Presented Mode (CPM).

Selain itu, KKI juga dapat digunakan melalui QRIS Tap, yakni metode pembayaran tanpa perlu melakukan pemindaian kode QR. BI selanjutnya akan mengembangkan KKI secara bertahap. Pengembangan tersebut mencakup transaksi daring melalui online payment serta transaksi luring menggunakan kartu fisik.

Berapa Limit Transaksi KKI?

Ketentuan penggunaan KKI akan mengikuti kanal pembayaran yang digunakan. Untuk fitur KKI melalui QRIS, ketentuannya mengacu pada ketentuan QRIS yang berlaku. 

Adapun limit transaksi QRIS ditetapkan maksimal Rp 10 juta per transaksi. Sementara biaya Merchant Discount Rate (MDR) berada pada kisaran 0%-0,7%, sesuai dengan ketentuan yang berlaku berdasarkan jenis transaksi dan merchant.

Mekanisme transaksi dan settlement KKI yang menggunakan fitur QRIS juga mengikuti mekanisme QRIS eksisting.

Bisa Dipakai untuk Apa Saja?

Pada tahap awal, KKI dapat digunakan untuk berbagai jenis belanja masyarakat di merchant yang menerima pembayaran QRIS.

Penggunaannya mencakup transaksi domestik di seluruh Indonesia. Selain itu, KKI juga dapat digunakan untuk transaksi di luar negeri melalui skema QRIS Cross Border pada negara mitra.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah