Utang Whoosh Diperpanjang 80 Tahun, Purbaya Malah Bilang Begini

ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Penulis: Ade Rosman
Editor: Ahmad Islamy
9/9/2026, 19.50 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh telah direstrukturisasi dengan tenor pembayaran 80 tahun. Bendahara negara mengatakan, dengan tenor delapan dekade tersebut, cicilan per tahunnya berjumlah Rp 1 triliun atau sedikit di bawahnya. 

“Delapan puluh tahun saya dengar kemarin, makanya hebat juga tuh. Iya, kita udah mati, santai aja. Eh, gue yang udah mati, gue,” kata Purbaya kepada wartawan di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa (8/9). 

Bendahara negara itu menuturkan, Indonesia Investment Authority (INA) dan Sarana Multi Infrastruktur (SMI) kemungkinan yang akan mengelola kewajiban Whoosh tersebut. Ia mengatakan, saat ini proses pengambilalihan kewajiban dari Danantara tersebut masih berproses dan ditargetkan dapat diserahkan pada 15 September ini. 

“Ada kemungkinan, mungkin kita pakai SMI dan INA. nanti kita lihat,” ujar dia. 

Purbaya mengungkapkan, ia telah memetakan nominal yang perlu dibayarkan berkaitan dengan kewajiban tersebut. Ia memastikan dana untuk itu tersedia dan cukup. 

“Jadi gini, saya cuma lihat bebannya setiap tahun seperti apa sih, saya lihat setiap tahun. Saya lihat, 'Oh kalau segini aja cukup lah ditangani oleh satu SMV, satu perusahaan SMV di bawah Departemen Keuangan, atau dua. Tapi uangnya cukup lebih,” kata Purbaya. 

Menkeu mengatakan, pascarestrukturisasi, utang Whoosh tak sebesar bayangan sebelumnya. “Jadi tidak semengerikan yang dibayangkan sebelumnya, karena utangnya sudah direstrukturisasi,” ucapnya. 

Di sisi lain, ia juga mengungkapkan rencana mengembangkan Whoosh hingga ke Jawa Timur. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pejabat sejawatnya di Cina terkait rencana tersebut. 

“Nanti kami tarik ke Jawa Timur (Whoosh). Kan jadi punya saya kan, punya SMV itu kan kereta cepatnya, kami akan tarik ke Jawa Timur, saya udah bicara dengan menteri keuangan China dan siapa yang berwenang di sana, sepertinya mereka tertarik,” kata Purbaya. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman