Pemerintah finalisasi pembayaran utang proyek Kereta Cepat Whoosh menggunakan dana APBN, dengan negosiasi teknis bersama mitra Cina kini tengah berlangsung.
CEO BPI Danantara Rosan Roeslani dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu untuk membahas penyelesaian kereta cepat utang Whoosh pada pagi tadi.
Dwiyana Slamet Riyadi dari KCIC menyerahkan penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh ke Danantara, sementara pemerintah diskusikan pembahasan utang lebih lanjut.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyampaikan Danantara bersama pemerintah akan berbagi peran dalam menangani utang Kereta Cepat atau Whoosh
Pemerintah berencana menyalurkan APBN untuk menanggung sebagian biaya operasional Kereta Cepat Whoosh melalui skema public service obligation (PSO). Apa risikonya?
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johanis Tanak menyatakan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh akan terus berlanjut.
Kepala Danantara Rosan Roeslani menyampaikan bahwa pemerintah akan menyalurkan APBN untuk menanggung sebagian biaya operasional Kereta Cepat Whoosh melalui skema public service (PSO).
Pemerintah sedang menggodok skema pembiayaan ulang proyek kereta cepat Whoosh bersama Danantara, ditargetkan selesai akhir tahun dengan strategi yang tidak berdampak sama pengelolaan keuangan PT KAI.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan bertanggung jawab atas pembayaran utang kereta cepat Whoosh, dengan pembayaran bersumber dari uang sitaan koruptor. Berpotensi terbentur aturan fiskal.
Presiden Prabowo mengimbau agar permasalahan utang proyek Kereta Cepat Whoosh tidak dipolitisasi, menekankan pemerintah dapat menyelesaikan masalah tersebut dan menilai proyek ini dari manfaat sosialn
Presiden Prabowo Subianto menyatakan minat dalam perpanjangan rute kereta cepat ke Banyuwangi sebagai bagian dari proyek Whoosh, menyarankan kerja sama teknologis antara Indonesia dan Cina