Likuiditas Membaik, Barito Pacific Dapat Rating A dari Pefindo

www.barito-pacific.com
Gedung Wisma Barito Pacific
Penulis: Lavinda
13/4/2021, 12.15 WIB

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan kembali peringkat utang idA (single A) untuk PT Barito Pacific Tbk dan obligasi berkelanjutan I perseroan. Prospek peringkat perusahaan berubah dari sebelumnya 'negatif' menjadi 'stabil'.

Analis Pefindo Niken Indriarsih menyebutkan perubahan prospek emiten berkode saham BRPT itu mencerminkan pandangan Pefindo atas membaiknya posisi likuiditas perseroan dalam jangka pendek sampai jangka menengah.

Peringkat juga menunjukkan posisi pasar yang kuat dari segmen operasi utama Barito Pacific di bisnis petrokimia melalui PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) dan bisnis energi panas bumi melalui Star Energy Group Holdings (SEGH).

Selain itu, dipengaruhi pula oleh faktor pembagian dividen yang baik dari anak-anak usaha inti, dan segmen energi panas bumi yang memberi perlindungan terhadap sensitivitas siklus industri sektor petrokimia.

“Hal itu seiring dengan potensi arus kas masuk berupa dividen dari anak-anak usaha di sektor energi, dari aset Salak dan Darajat, selain aset Wayang Windu yang telah membagikan dividen sejak 2019,” ujar Niken dalam keterangan tertulis, Selasa (13/4).

Aset Salak dan Darajat, dua anak perusahaan Star Energy, telah menerbitkan obligasi sebesar US$ 1,11 miliar pada Oktober 2020. Tujuannya, untuk mempercepat pelunasan pinjaman sindikasi yang sebelumnya membatasi distribusi dividen ke BRPT.

Pada Desember 2020, BRPT menerima pendapatan dividen US$ 56 juta dari aset Salak dan Darajat dan melunasi cicilan utang US$ 50 juta yang merupakan bagian dari fasilitas pinjaman Bangkok Bank sebesar US$ 200 juta.

Di sisi lain, kinerja Chandra Asri pada kuartal IV 2020 membaik dan diperkirakan terus bertahan pada periode mendatang. Hal itu dipicu oleh ekspektasi kondisi ekonomi yang lebih baik dibanding pada 2020 dan pemulihan ekonomi China yang berdampak positif terhadap permintaan serta harga jual produk petrokimia.

Kendati demikian, peringkat utang perusahaan milik Taipan Prajogo Pangestu itu dibatasi oleh leverage keuangan yang moderat, akses tidak langsung terhadap arus kas operasional anak usaha, dan risiko yang melekat dengan segmen inti operasi Perusahaan.

Analis Pefindo Umar Hareddy menambahkan, Pefindo akan menaikkan peringkat Barito Pacific jika kinerja operasional dan keuangan perseroan membaik, terutama dari sisi penurunan utang dan kemampuan menghasilkan arus kas yang lebih tinggi dibanding anak usaha. Hal itu bisa dicerminkan dari rasio utang terhadap EBITDA yang kurang dari 3,0x.

Sebaliknya, Pefindo dapat menurunkan peringkat utang BRPT jika profil keuangan memburuk karena selisih yang menipis di bisnis petrokimia atau utang lebih besar dari proyeksi, tanpa diiringi arus kas yang kuat.

“Peringkat juga bisa berada dalam tekanan jika aliran arus kas dari anak-anak usaha menurun, dipicu oleh pandemi Covid-19 yang terus berlangsung,” ungkap Umar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.