Emiten pertambangan BUMN, PT Timah Tbk (TINS) membukukan laba bersih periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 1,14 triliun pada kuartal III tahun 2022. Raihan laba perseroan naik 87,27% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 611,98 miliar.
Seiring dengan naiknya laba, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan 4,97% menjadi Rp 10,18 triliun pada kuartal III tahun 2022. Pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan PT Timah tercatat senilai Rp 9,69 triliun.
Indikator | Kuartal III 2022 | Kuartal III 2021 | Persentase |
Pendapatan | Rp 10,18 triliun | Rp 9,69 triliun | 4,97% |
Laba | Rp 1,14 triliun | Rp 611,98 miliar | 87,27% |
Ekuitas | Rp 13,25 triliun | Rp 14,69 triliun(31 Desember 2021) | - 9,77% |
Liabilitas | Rp 6,12 triliun | Rp 8,38 triliun (31 Desember 2021) | - 26,88% |
Aset | Rp 13,25 triliun | Rp 14,69 triliun(31 Desember 2021) | - 9,77% |
Sumber: laporan keuangan perusahaan. Data diolah penulis.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan pendapatan dikontribusi dari penjualan logam timah Rp 7,86 triliun yang turun 4,08% dari tahun sebelumnya Rp 8,19 triliun.
Lalu, dari tin chemical Rp 1,01 triliun yang naik 35,86% dari perolehan sebelumnya Rp 746,48 miliar. Kemudian dari penjualan batu bara Rp 665,21 miliar atau naik 102,18% dari tahun sebelumnya Rp 329,01 miliar.
Adapun, rincian jumlah pendapatan perseroan berdasarkan letak geografis yaitu dari penjualan ekspor Rp 9,23 triliun yang naik 6,07% dari tahun sebelumnya Rp 8,70 triliun. Sedangkan penjualan lokal yaitu Rp 943,02 miliar yang turun 4,71% dari raihan sebelumnya Rp 989,70.
Sementara, beban pokok pendapatan perusahaan tercatat Rp 7,91 triliun yang naik 2,71% dari tahun sebelumnya Rp 7,70 triliun.
Beban pokok pendapatan perseroan berasal dari bahan baku bijih timah yang tercatat naik 48,84% menjadi Rp 2,29 triliun dibandingkan tahun sebelumya Rp 1,53 triliun. Di sisi lain beban pokok pendapatan dari jasa pihak ketiga tercatat Rp 1,53 triliun yang turun 41,72% dari periode sebelumnya Rp 2,64 triliun.
Selanjutnya perseroan mencatatkan total ekuitas Rp 13,25 triliun atau turun 9,77% dari periode Desember tahun sebelumnya Rp 14,69 triliun. Kemudian jumlah liabilitas TINS tercatat Rp 6,12 triliun atau turun 26,88% dari akhir 2021 senilai Rp 8,38 triliun. Selain itu, aset perusahaan juga turun 9,77% menjadi Rp 13,25 triliun dibandingkan tahun lalu yaitu Rp 14,69 triliun.