Pefindo Kantongi Mandat Obligasi Rp 53 Triliun, Perbankan Terbanyak

Freepik
Ilustrasi penerbitan obligasi
18/4/2024, 14.35 WIB

PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mengantongi mandat penerbitan obligasi korporasi dengan total emisi mencapa Rp 53,17 triliun. Jumlah tersebut berasal dari 48 penerbit dengan sektor pertambangan dan perbankan yang paling banyak berencana menerbitkan surat utang.

Menurut data Pefindo, hingga 31 Maret 2024, sektor perbankan memiliki rencana penerbitan surat utang hingga Rp 7,65 triliun. Peringkat kedua diikuti oleh pertambangan sebesar Rp 5,6 triliun.

Kepala Divisi Riset Ekonomi Pefindo Suhindarto memaparkan dari sektor konstruksi, rencana surat utang yang akan diterbitkan bernilai Rp 4,5 triliun. Nilai ini sama dengan surat utang dari sektor multifinance yang akan turut meramaikan penerbitan surat utang tahun ini.

"Sementara untuk energi dan industri bubur kertas dan tissue sebesar Rp 3,59 triliun dan energi sebesar Rp 3,87 triliun," kata Suhindarto dalam konferensi pers PEFINDO, Kamis (18/4).

Berdasarkan jenis surat utang, rencana untuk penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi sebesar Rp 21,67 triliun. Sementara untuk jenis obligasi sebesar Rp 19,12 triliun serta PUB sukuk senilai Rp 8,25 triliun, dan sukuk Rp 1,59 triliun.

Kemudian terdapat juga Medium Term Notes atau MTN sebesar Rp 2,53 triliun. Sebagai informasi MTN yakni jenis instrumen surat berharga berbasis hutang (bridging finance) yang diterbitkan oleh perusahaan yang membutuhkan pembiayaan selama jangka waktu tertentu.

Suhindarto menyebut jika berdasarkan tahun ini swasta paling banyak memberikan mandat. Rinciannya untuk swasta jumlah perusahaan 29 dengan rencana penerbitan surat utang Rp 30,22 triliuun. Sementara untuk BUMN dan anak prusahaannya yakni BUMD yaitu 19 perusahaan dengan rencana penerbitan surat utang Rp 22,94 triliun.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail