Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Lewat Investasi ETF Emas

Dok. Pegadaian
PT Pegadaian resmi menjadi Pemegang Rekening KSEI setelah penandatanganan kerja sama di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (12/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari persiapan implementasi EGR dan ETF Emas yang ditargetkan meluncur pada semester II 2026.
12/6/2026, 19.23 WIB

PT Pegadaian resmi bergabung sebagai Pemegang Rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) setelah kedua perusahaan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (12/6). Langkah ini menjadi bagian dari persiapan implementasi Electronic Gold Receipt (EGR) dan Exchange Traded Fund (ETF) Emas di pasar modal Indonesia pada semester II 2026.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat dan Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti. Acara tersebut turut disaksikan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), KSEI, serta asosiasi pasar modal.

Sebelumnya, pada 27 April 2026, OJK telah menyetujui permohonan Pegadaian untuk menjadi Pemegang Rekening KSEI. Status tersebut membuka jalan bagi pembentukan infrastruktur penyimpanan dan penyelesaian efek berbasis EGR yang akan menjadi aset dasar ETF Emas pertama di Indonesia.

Dengan status tersebut, Pegadaian dapat langsung mencatatkan EGR ke dalam sistem KSEI, yakni The Central Depository and Book-Entry Settlement System (C-BEST). EGR merupakan bukti kepemilikan emas digital yang didukung emas fisik dan tercatat secara elektronik di sistem KSEI.

Pegadaian, yang telah mengantongi izin usaha bullion dari OJK, berperan sebagai penyedia sekaligus penyimpan emas fisik yang menjadi dasar penerbitan EGR. Kehadiran instrumen ini dinilai menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem investasi emas yang lebih modern dan terintegrasi dengan pasar modal.

Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti mengatakan, sinergi antara Pegadaian dan KSEI menjadi langkah strategis untuk memperkuat keamanan pencatatan aset investasi sekaligus membangun infrastruktur yang mendukung integrasi ekosistem bullion Indonesia dengan pasar modal global.

"Kami berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan peran kami sebagai penyedia dan penyimpan emas terpercaya, memberikan jaminan transparansi penuh bagi para investor bahwa setiap gram emas digital yang mereka transaksikan didukung penuh oleh fisik emas yang nyata di brankas kami," ujar Selfie.

Menurut dia, ETF Emas memberikan alternatif investasi baru yang memungkinkan investor berinvestasi emas melalui mekanisme perdagangan di bursa layaknya saham. Model serupa telah berkembang di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat yang menjadi pasar ETF Emas terbesar di dunia.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat mengungkapkan, kehadiran Pegadaian sebagai Pemegang Rekening KSEI mendukung pengembangan produk investasi baru di pasar modal Indonesia.

"Bergabungnya Pegadaian sebagai Pemegang Rekening KSEI menjadi salah satu langkah relevan untuk menyambut pengembangan EGR dan ETF Emas sebagai bagian dari upaya perluasan pilihan produk investasi pasar modal Indonesia. Produk inovatif ini diharapkan dapat menjadi alternatif investasi yang menghubungkan karakteristik emas sebagai aset yang telah dikenal luas oleh masyarakat dengan mekanisme investasi yang transparan dan teradministrasi dengan baik melalui infrastruktur yang telah dimiliki KSEI", kata Samsul.

Bergabungnya Pegadaian menambah jumlah Pemegang Rekening KSEI menjadi 124 institusi. Penambahan tersebut diharapkan dapat memperdalam pasar modal sekaligus memperkuat ekosistem keuangan nasional melalui peningkatan aset kelolaan dan likuiditas transaksi.

Selain mendukung ETF Emas, status baru tersebut juga membuka peluang bagi Pegadaian untuk memperluas perannya dalam aktivitas pinjam meminjam efek. Di sisi lain, EGR yang tercatat di KSEI dapat dimanfaatkan sebagai underlying asset bagi ETF Emas sekaligus mendukung proses pencatatan dan rekonsiliasi yang lebih efisien.

Kerja sama ini juga memungkinkan ETF Emas dimanfaatkan sebagai agunan melalui produk Pegadaian Gadai Efek. Produk tersebut telah tersedia sejak 2019 dan melayani investor ritel maupun institusi dengan jaminan berupa saham dan obligasi yang diperdagangkan di BEI.

Prospek ETF Emas dinilai cukup besar seiring meningkatnya minat investor terhadap instrumen berbasis emas. Sepanjang 2025, emas tercatat sebagai salah satu aset dengan kinerja terbaik dengan pertumbuhan 56,7% dalam denominasi rupiah. Di tengah ketidakpastian global, emas juga tetap menjadi instrumen lindung nilai (safe haven) yang banyak diminati investor.

Potensi tersebut turut didukung posisi Indonesia sebagai salah satu produsen emas terbesar dunia. Berdasarkan data OJK, Indonesia menempati peringkat kedelapan produsen emas global dengan produksi 132,5 ton dan berada di posisi keenam dunia dari sisi sumber daya emas sebesar 2.600 ton.

Minat terhadap ETF Emas juga tercermin dari survei internal BEI terhadap 515 investor individu dan 67 investor institusi yang menempatkan ETF berbasis emas sebagai produk investasi yang paling dinantikan untuk diterbitkan di pasar modal Indonesia.

Potensi pasar semakin besar seiring pertumbuhan jumlah investor pasar modal yang meningkat dari 7,49 juta pada 2021 menjadi 20,35 juta pada akhir 2025. Hingga 8 Juni 2026, jumlah investor telah mencapai 28,19 juta.

Pegadaian dan KSEI menyatakan akan terus menjajaki berbagai peluang kolaborasi strategis lainnya untuk memperkuat sinergi kedua institusi dalam mendukung pengembangan pasar modal dan ekosistem investasi emas nasional. 

Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.pegadaian.co.id dan https://www.ksei.co.id 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.