Infeksi Corona di Luar Tiongkok Melonjak, Rupiah Kembali Melemah
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah 0,12% ke level Rp 14.282/US$ pada perdagangan pasar spot sore ini, Selasa (3/3). Rupiah sempat bergerak menguat pagi ini ke level Rp 14.203/US$ namun setelah itu terus melemah karena lonjakan kasus virus corona di luar Tiongkok.
Adapun penguatan rupiah pagi ini didorong oleh ekspektasi adanya stimulus ekonomi oleh sejumlah negara untuk mengantisipasi dampak virus corona terhadap perekonomiannya. Rupiah kembali melemah setelah beberapa hari terakhir ini berjaya terhadap mata uang Negeri Paman Sam.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka menyebut, mata uang Garuda melemah sore ini karena pasar merespon data eksternal. "Terutama laporan organisasi kesehatan dunia (WHO) tentang lonjakan virus corona," ujar Ibrahim kepada Katadata.co.id, Selasa (3/3).
Selain rupiah, mayoritas mata uang Asia juga melemah sore ini. Mengutip Bloomberg, dolar Hong Kong melemah 0,02%, dolar Singapura 0,22%, won Korea Selatan 0,12%, peso Filipina 0,06%, rupee India 0,43%, yuan Tiongkok 0,3%, ringgit Malaysia 0,07%, dan baht Thailand 0,33%.
(Baca: Rupiah Menguat Terangkat Harapan Stimulus Global)
Meski begitu, yen Jepang dan dolar Taiwan masih bisa berjaya terhadap mata uang Negeri Paman Sam. Yen menguat 0,36%, sementara dolar Taiwan 0,27%.
Menurut laporan WHO, lonjakan kasus infeksi baru di luar Tiongkok dikabarkan 9 kali lebih tinggi dibandingkan di Tiongkok dalam 24 jam terakhir. Lonjakan kasus masih terjadi di tiga negara yaitu Korea Selatan sebanyak 4.335 kasus, Italia 2.036 kasus, dan Iran 1.501 kasus.
Padahal, Ibrahim mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok mengisyaratan bahwa virus corona di Wuhan sudah bisa dikendalikan. "Ini mengindikasikan kemungkinan virus corona di Tiongkok bisa diselesaikan pada paruh tahun ini," kata dia.
Pada perdagangan besok, dia memperkirakan nilai tukar rupiah kemungkinan akan kembali melemah. Dia menyebutkan kemungkinan rupiah besok akan bergerak di level Rp 14.250 - 14.310/US$.
(Baca: Selamatkan Rupiah dari Corona, BI Borong Surat Utang Negara Rp 103 T)