Rupiah Stabil Setelah Jokowi Umumkan Kabinet Ekonomi

Arief Kamaludin | Katadata
KATADATA | Arief Kamaludin
Penulis:
Editor: Arsip
29/9/2014, 13.33 WIB

KATADATA ?  Rupiah melanjutkan pelemahan pasca disahkannya RUU Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Rupiah diperkirakan akan stabil setelah presiden terpilih Joko Widodo mengumunkan kabinet ekonominya.

Rupiah pada hari ini diperdagangkan Rp 12.152 per dolar AS atau melemah 104 poin (0,87 persen) pada hari ini. Sedangkan kurs tengah BI menunjukkan rupiah Rp 12.120 atau melemah 113 poin dibanding penutupan Jumat (26/9) sebesar Rp 12.007.

Kepala ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengatakan pergerakan rupiah diprediksi mulai stabil setelah Jokowi mengumumkan kabinet ekonomi. Meski pada saat itu rupiah juga tidak akan menguat tinggi karena permintaan dolar masih tinggi untuk kebutuhan membayar utang dan impor.
"Tetapi memang setelah pengumuman kabinet, rupiah tidak akan fluktuatif seperti sekarang ini," ujar Lana kepada Katadata.

Tren pelemahan rupiah, kata Lana, terjadi sejak awal September. Hal ini disebabkan menguatnya mata uang dolar karena kenaikan pertumbuhan ekonomi Amerika. Namun pelemahan rupiah saat ini dipengaruhi sentimen dalam negeri terkait pengesahan RUU Pilkada. Pasar khawatir melihat kekuatan DPR karena dengan pengesahan RUU Pilkada itu menunjukkan koalisi merah putirh memiliki kekuatan besar. (Baca: Pasar Takut Kebijakan Ekonomi Jokowi Tersandera)

"Yang dikhawatirkan pasar, pada saat pemerintahan Jokowi dalam mengajukan program kerja akan mendapat hambatan. Terutama rencana kenaikan harga BBM," ujar Lana.

Menurut dia kekhawatiran pasar bisa diakomodasi dengan keputusan Badan Anggaran DPR yang tidak mengunci kuota BBM bersubsidi. Artinya, volume BBM bisa saja berubah sesuai dengan asumsi APBN. Lana memprediksi rupiah berada di kisaran Rp 11.800-11.900 per dolar AS.

Guru Besar Ilmu Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Ahmad Erani Yustika juga sependapat bahwa pasar kini menanti pengumuman kabinet menteri ekonomi Jokowi. Pasar akan mempertimbangkan apakah nama tersebut sesuai dengan keinginan pasar atau tidak.

"Pasar memiliki kepentingan terhadap kebijakan yang akan dibuat apakah sesuai keinginan atau tidak," ujarnya saat dihubungi Katadata, Jakarta, Senin (29/9).

Pasca pengumuman kabinet, rupiah akan lebih stabil karena sudah ada kepastian dan prediksi arah kebijakan pemerintah baru. Sentimen seperti pengesahan RUU Pilkada yang membuat rupiah fluktuatif menurutnya akan berlangsung sementara saja. Dari sisi fundamental ekonomi, Erani menilai pasar tak banyak melirik faktor ini karena kondisi fundamental ekonomi sudah diketahui sejak lama. "Tidak akan ada pangkal dan ujungnya terkait fundamental ekonomi. Fokus pasar itu bagaimana pemerintah baru meramu kabinet, jika sesuai prediksi maka rupiah akan bergerak positif," ujarnya.

Reporter: Rikawati