Inflasi Harga Grosir 0,75% pada Januari, Tertinggi Sepanjang Pandemi

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.
Ilustrasi. BPS mencatat indeks harga grosir inflasi sebesar 0,75% secara month-to-month (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya 0,73%.
Penulis: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
2/2/2022, 15.45 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) yang menggambarkan perubahan harga di tingkat grosir pada bulan pertama 2022 melanjutkan kenaikan. Indeks harga grosir inflasi sebesar 0,75% secara month-to-month (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya 0,73%.

Inflasi bulanan pada indeks harga grosir Januari 2022 merupakan yang tertinggi sejak Mei 2019. Saat itu inflasi IHPB sebesar 0,87%. Sementara, ndeks harga grosir secara tahunan inflasi sebesar 3,1%.

Kepala BPS Margo Yuwono merincikan, inflasi tertinggi terutama pada sektor pertanian sebesar 0,79% secara bulanan. Namun, inflasi tahunan sektor ini secara tahunan deflasi 0,64%. Sementara itu, inflasi di sektor ini memberi andil sebesar 0,14% terhadap inflasi harga grosir secara umum.

"Penyebab utama kenaikan inflasi pada sektor pertanian berasal dari  kenaikan telur ayam ras, lengkeng dan tomat," kata Margo dalam konferensi pers secara daring, Rabu (2/2).

Inflasi tinggi secara bulanan juga pada sektor industri sebesar 0,75%, dan inflasi secara tahunan 3,95%. Kenaikan harga di sektor ini memberi andil 0,6% terhadap inflasi secara umum. Adapun komoditas pendorongnya antara lain kenaikan harga LPG, daging ayam ras, minyak goreng, rokok kretek dan filter, mobil dan pupuk NPK.

Sektor pertambangan dan penggalian juga mencatat inflasi 0,16% secara bulanan dan 7,86% secara tahunan. Sektor ini memberi andil 0,01% dengan komoditas pendorong utamanya karena kenaikan harga garam, pasir dan bijih emas.

BPS mencatat, inflasi harga grosir pada kelompok bangunan atau konstruksi justru mulai mereda. Inflasi bulan lalu hanya 0,35% secara bulanan, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 0,57% maupun periode yang sama tahun lalu 1,04%. Sementara inflasi secara tahunan sebesar 5,04%.

"Bahan bangunan yang mengalami kenaikan harga pada Januari antara lain semen, batu fondasi bangunan, aspal, pasir, gipsum dan pipa pvc," kata Margo.

Selain itu, kelompok bahan bangunan yang juga mencatat penurunan harga pada Januari 2022 yaitu solar sebesar 0,98%, rangka atap baja turun 0,26% dan besi beton turun 0,08%.

Sementara berdasarkan kelompoknya, inflasi tertinggi secara bulanan  terutama untuk kelompok bangunan dan instalasi listrik, gas, air minum dan komunikasi sebesar 0,58%. Inflasi tahunan pada kelompok bangunan ini sebesar 7% dengan andil 0,05%. 

BPS pada hari ini juga merilis indeks harga produsen (IHP) yang menggambarkan perubahan harga di tingkat produsen. IHP pada kuartal IV 2021 mencatat inflasi  2,74% dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara inflasi tahunan sebesar 8,77%.

Inflasi tertinggi terutama pada sektor pertambangan dan penggalian sebesar 12,21%, terutama didorong kenaikan harga di subsektor pertambangan. Sementara di sektor pertanian mencatat inflasi 2,38% didorong kenaikan pada subsektor perkebunan dan tanaman bahan makanan.

IHP sektor industri pengolahan mencatata inflasi 1,18% terutama karena inflasi di subsektor industri pengolahan dan pengawetan daging, ikan, buah-buahan, sayuran  minyak dan lemak sebesar 4,76%.

Reporter: Abdul Azis Said