Rupiah Diramal Menguat Hari Ini Jelang Rilis Data Terbaru AS

Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi. Rupiah hari ini dibuka melemah 15 poin ke level Rp 15.613 per dolar AS.
Penulis: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
19/12/2022, 10.08 WIB

Nilai tukar rupiah dibuka melemah 15 poin ke level Rp 15.613 per dolar AS di pasar spot pagi ini. Namun analis melihat ada peluang rupiah menguat tipis hari ini seiring koreksi dolar AS jelang rilis data inflasi PCE Amerika Serikat dan rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia.

Mengutip Bloomberg, rupiah berbalik menguat ke Rp 15.606 pada pukul 09.55 WIB dari posisi pembukaan, tetapi masih melemah dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di Rp 15.598 per dolar AS.

Mayoritas mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS pagi ini. Yen Jepang menguat 0,26%, bersama dolar Singapura 0,17%, dolar Hong Kong 0,01%, won Korea Selatan 0,66%, peso Filipina 0,26% dan ringgit Malaysia 0,14%. Sebaliknya,  pelemahan dialami Dolar Taiwan 0,06%, rupee India 0,13%, dan baht Thailand 0,03% , sedangkan yuan Cina stagnan.

Analis DCFX Lukman Leong memperkirakan rupiah akan bergerak datar dengan kecenderungan menguat terbatas didukung oleh koreksi pada dolar AS. Kurs rupiah akan diperdagangkan di rentang Rp 15.550-Rp 15.650 per dolar AS.

"Dolar terkoreksi dari penguatan beberapa sesi terakhir. Dengan data inflasi PCE AS yang diperkirakan akan kembali menunjukkan penurunan, dolar AS diperkirakan akan tertekan minggu ini," kata Lukman dalam risetnya, Senin (19/12).

Inflasi pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) periode nOvember dijadwalkan dirilis pada 23 November 2022. Komponen inti dari inflasi PCE ini merupakan salah satu data penting yang diperhatikan bank sentral AS, The Fed dalam mempertimbangkan kebijakan moneternya.

Meski menguat terbatas oleh koreksi dolar, tetapi sentimen risk off di pasar masih berisiko menekan rupiah hari ini. Sentimen negatif itu terutama muncul seiring kekhawatiran terhadap meningkatnya risiko resesi ekonomi global.

"Dengan absennya date ekonomi penting minggu ini, perhatian akan tertuju pada rapat gubernur BI yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps dan data inflasi PCE AS hari Jumat," kata Lukman.

Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra memperkirakan rupiah akan berkonsolidasi dengan sedikit penguatan hari ini. Rupiah diperkirakan menguat ke kisaran RP 15.560, dengan potensi resisten di kisaran Rp 15.620 per dolar AS. 

"Ekspektasi kenaikan suku bunga acuan BI pekan ini untuk mengimbangi kenaikan suku bunga acuan the Fed dan menekan inflasi di tanah air, membantu mendorong penguatan rupiah," kata Ariston. 

Dewan gubernur BI dijadwalkan menggelar rapat bulanan pada 21-22 Desember, dengan keputusan naik tidaknya suku bunga akan diumumkan pada Kamis, 22 Desember. 

Di sisi lain, tekanan terhadap rupiah hari ini akan datang dari meningkatnya kekhawatiran resesi global. Sentimen ini menekan aset berisiko termasuk rupiah.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Abdul Azis Said