Rupiah Amblas ke 15.367/US$ Sore Ini Menanti Sinyal Baru The Fed
Rupiah melemah 0,47% ke level Rp 15.367 per dolar AS pada penutupan perdagangan hari ini. Pasar menanti sinyal baru terkait suku bunga bank sentral AS, The Fed serta data ketenagakerjaan AS pekan ini.
Rupiah tidak jatuh sendirian, tetapi paling dalam dibandingkan mata uang Asia lainnya. Won Korsel melemah 0,24% sore ini, peso Filipina 0,29%, baht Thailand 0,16%, yuan Cina 0,04%, dolar Taiwan 0,04%, dolar Singapura 0,07%, dolar Hong Kong 0,01%, dan yen Jepang 0,04%. Sebaliknya, rupee India menguat bersama ringgit Malaysia.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi melihat pelemahan rupiah seiring dolar AS masih tentatif jelang agenda Gubernur The Fed Jerome Powell di Kongres AS dua hari ke depan. Powell akan menemui Kongres dalam rangka laporan tengah tahun kebijakan moneter The Fed.
Pasar menantikan sinyal baru dari The Fed soal nasib suku bunga acuan ke depannya. Pasar mengantisipasi Powell akan memberikan pandangan hawkishnya dengan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed 50 bps telah meluas di pasar.
"Data ekonomi yang tangguh sepanjang Februari memicu kekhawatiran bank sentral akan kembali ke langkah yang lebih besar setelah menaikkan bunga 25 bps pada pertemuan sebelumnya," kata Ibrahim dalam catatannya, Selasa (7/3).
Ibrahim mengatakan, pasar juga menanti data ketenagakerjaan AS bulan Februari yang akan dirilis akhir pekan ini. Adapun dari dalam negeri, pasar merespons kenaikan cadangan devisa Februari menjadi US$ 140,3 miliar. Posisi cadev tersebut mencapai rekor tertingginya dalam setahun terakhir.
Ibrahim memperkirakan rupiah besok akan dibuka berfluktuatif tetapi ditutup melemah di rentang Rp 15.330-Rp 15.410 per dolar AS.