Rupiah Melemah ke Level 15.100/US$ Tertekan Lesunya Manufaktur Cina

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Ilustrasi. Rupiah melemah pagi ini bersama mayoritas mata uang Asia.
Penulis: Agustiyanti
1/8/2023, 10.07 WIB

Nilai tukar rupiah melemah 0,21% ke level 15.112 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Selasa (1/8). Rupiah tertekan lesunya data manufaktur Cina yang ditunjukkan oleh penurunan PMI Manufaktur ke level kontraksi dari 50,5 pada Juni ke 49,2 pada Juli.

Mengutip Bloomberg, mayoritas mata uang Asia juga bergerak melemah terhadap dolar AS pada pukul 10.00 WIB. Yuan Cina melemah 0,33%, ringgit Malaysia 0,14%, won Korea Selatan 0,59%, dolar Taiwan 0,19%, dolar Singapura 0,16%, dan yen Jepang 0,23%. Sementara itu, baht Thailand menguat 0,01%, peso Filipina 0,26%, dan dolar Hong Kong 0,03%. Adapun rupee India bergerak stagnan.

Pengamat pasar uang Lukman Leong mengatakan, rupiah akan cenderung bergerak melemah di tengah penantian investor terhadap data inflasi Indonesia pada Juli yang akan dirilis siang ini. Selain itu, pergerakan rupiah juga dipengaruhi oleh data terbaru terkait kondisi manufaktur Cina. 

"Data manufaktur China Caixin yang baru dirilis lebih rendah dari perkiraan, ini akan menekan rupiah," ujar Lukman kepada Katadata.co.id, Selasa (1/8). 

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang 15.050 hingga 15.150 per dolar AS pada perdagangan hari ini. 

Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra mengatakan, sentimen pasar terhadap aset berisiko  sebenarnya terlihat positif pagi ini. Indeks saham Asia bergerak menaik mengikuti penguatan indeks saham AS semalam karena ekspektasi membaiknya laporan pendapatan emiten.

Namun, menurut dia, pasar masih berhati-hati dengan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS ke depan. Tingkat suku bunga acuan AS yang semakin mendekati suku bunga acuan BI sedikit banyak dapat memengaruhi pemilihan investasi para pelaku pasar yang bisa menekan rupiah terhadap dolar AS.

"Data PMI China versi Caixin pagi ini menunjukkan kontraksi 49,2 vs 50,5. Ini bisa saja memberikan sentimen negatif untuk rupiah," kata dia.

Namun, Ariston memperkirakan rupiah akan bergerak menguat ke level 15.050 per dolar AS, dengan potensi melemah ke arah 15.100 per dolar AS.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.