Gelontorkan Rp 200 T ke Bank, Purbaya Yakin Kredit Tumbuh Meski Ekonomi Lesu

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) dan Anggito Abimanyu (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/9/2025). Komisi XI DPR menyetujui pagu anggaran Kementerian Keuangan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 sebesar Rp52,02 triliun.
11/9/2025, 19.58 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak khawatir menggelontorkan uang negara hingga Rp 200 triliun untuk ditempatkan di perbankan saat ekonomi lesu. Seperti diketahui saat ini daya beli masih tertekan terlihat dari indeks keyakinan konsumen atau IKK yang turun dari 118,1 pada Juli menjadi 117,2 pada Agustus 2025.

Purbaya yakin dalam kondisi saat ini kredit akan tumbuh. “Jadi orang pernah bilang juga seperti itu bahwa kredit nggak akan naik kalau ekonominya nggak maju, gitu kan? Sudah pernah kita balik. Kita kasih uang banyak, kredit tumbuh juga,” kata Purbaya saat ditemui di Gedung DPR, Kamis (11/9).

Purbaya menjelaskan, jika bank diberikan likuiditas lebih maka akan ada cost of capital atau biaya riil yang harus dibayar untuk menggunakan dana modal dari berbagai sumber pendanaan. Bank akan rugi jika tidak menyalurkan kredit.

“Dia akan terpaksa menyalurkan dalam bentuk kredit,” ujar Purbaya.

Purbaya menganalogikan kucuran uang negara yang dipindahkan dari Bank Indonesia ke perbankan ini seperti bahan bakar. Menurutnya, hal itu bisa membuat market mechanism berjalan sehingga bank harus menyalurkan likuiditasnya.

“Yang biasanya tadi santai-santai, terpaksa berpikir lebih keras sedikit. Kan mereka pintar nih untuk mencari proyek-proyek yang bagus untuk menyalurkan dana itu,” kata Purbaya.

Dengan cara itu, Purbaya yakin uang negara itu akan menyebar di sistem ekonomi. Lalu pada akhirnya ekonomi akan tumbuh lebih cepat dari kondisi saat ini.

Purbaya bahkan berencana jika uang yang ditempatkan pemerintah di bank berdampak positif, maka nominalnya berpeluang ditambah. “Taruh segitu dulu dan kita lihat dalam waktu seminggu, dua minggu, tiga minggu, seperti apa dampaknya ke ekonomi. Kalau kurang, tambah lagi,” ujarnya.

Pemerintah Salurkan Rp 200 T ke Himbara Besok

Purbaya memastikan uang dari kas negara itu akan ditempatkan ke perbankan mulai besok (12/9). Purbaya menegaskan uang tersebut akan ditempatkan di bank yang masuk dalam himpunan bank milik negara (himbara) dan juga bank syariah.

“Iya ada enam, ada bank syariahnya,” kata Purbaya. 

Keenamnya ini berarti empat merupakan bank himbara yakni Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Tabungan Negara (BTN).

Meski begitu, Purbaya belum mengungkapkan dua nama bank syariah tersebut. Ada kemungkinan jika masih termasuk dalam himbara maka kedua bank syariah yang dimaksud adalah Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Syariah Nasional (BSN).

Namun, Purbaya belum mau mengungkapkan berapa total dana yang bisa diterima masing-masing bank tersebut. “Nggak (dibagi rata dananya). Ada proporsinya beda-beda,” ujar Purbaya.

Ia menegaskan malam ini akan menandatangani proses pemindahan uang negara yang ada di BI untuk ditempatkan di sistem perbankan. “Besok sudah masuk ke bank-bank itu,”katanya.

 

 

 

 

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti