Pemerintah untuk pertama kali menerbitkan Dim Sum Bonds atau surat utang berdenominasi mata uang yuan (Renminbi/CNH). Penerbitan yang dilakukan pada 23 Oktober 2025 itu menandai langkah baru Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di bawah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam mendiversifikasi sumber pembiayaan negara.
Dikutip dari laman resmi Kemenkeu, pemerintah berhasil menghimpun dana sebesar CNH 6 miliar, atau setara Rp13,5 triliun dengan kurs Rp2.250 per CNH.
“Transaksi ini menandai keberhasilan Pemerintah dalam melaksanakan penerbitan Global Bonds berformat SEC-registered untuk kedelapan belas kalinya,” tulis Kemenkeu, Senin (27/10).
Obligasi tersebut memperoleh peringkat Baa2 dari Moody’s, BBB dari Standard & Poor’s, dan BBB dari Fitch Ratings. Instrumen ini juga akan dicatatkan di Singapore Exchange Securities Trading Limited (SGX-ST).
Adapun Bank of China, HSBC, dan Standard Chartered Bank bertindak sebagai Joint Lead Managers dalam transaksi tersebut.
Berapa Tenornya?
Kemenkeu menerbitkan Dim Sum Bonds dengan dua tenor yakni 5 tahun dan 10 tahun dengan kriteria sebagai berikut:
Tenor 5 Tahun (Seri RICNH1030)
- Tanggal jatuh tempo: 31 Oktober 2030
- Tanggal pricing: 23 Oktober 2025
- Tanggal penerbitan 31 Oktober 2025
- Nominal penerbitan CNH 3,5 miliar setara Rp 7,9 triliun
- Kupon: 2,5%
- Yield: 2,5%
- Re-offer price: 100,00
Tenor 10 Tahun (Seri RICNH1035)
- Tanggal jatuh tempo: 31 Oktober 2035
- Tanggal Pricing 23 Oktober 2025
- Tanggal penerbitan: 31 Oktober 2025
- Nominal penerbitan: CNH 2,5 miliar setara Rp 5,6 triliun
- Kupon: 2,9%
- Yield: 2,9%
- Re-offer price: 100,00
Menarik Minat Investor hingga Rp40,5 Triliun
Kemenkeu mengungkapkan, penerbitan Dim Sum Bonds kali ini mendapat sambutan positif dari investor global, termasuk dari investor onshore Cina. “Minat ini dengan total final order book mencapai CNH 18 miliar (setara Rp40,5 triliun),” tulis Kemenkeu.
Tingginya minat tersebut memungkinkan pemerintah menetapkan imbal hasil (yield) akhir yang lebih kompetitif dibandingkan penawaran awal (initial price guidance). Penurunan yield tercatat 45 basis poin (bps) untuk tenor 5 tahun dan 40 bps untuk tenor 10 tahun.
Dengan demikian, yield akhir untuk tenor 5 tahun sebesar 2,5%, sedangkan tenor 10 tahun sebesar 2,9%. “Penerbitan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat potensi peningkatan investasi dari investor berbasis Cina di masa mendatang,” tulis Kemenkeu.
Diversifikasi Pembiayaan APBN
Penerbitan perdana Dim Sum Bonds ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendiversifikasi pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekaligus memperluas basis investor global.
“Tingginya minat investor, termasuk dari investor domestik Cina, mencerminkan kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi, prospek pertumbuhan, serta kredibilitas pengelolaan fiskal Indonesia,” ujar Kemenkeu.
Hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk pembiayaan APBN 2025.