Rupiah Menguat ke 16.897 Per Dolar AS Pagi Ini
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Kamis (22/1) pagi. Melansir data Bloomberg pada pukul 09.42 WIB, rupiah berada di level 16.897, menguat 32 poin atau berkisar 0,23%.
Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana memperkirakan hal ini buntut dari BI Rate atau suku bunga acuan yang dipertahankan di 4,75%. Selain itu juga, ia menyebut kemungkinan dua faktor lainnya, yakni komitmen Bank Indonesia untuk stabilisasi rupiah dan faktor global.
“Trump yang melunak terkait Greenland dan tarifnya ke EU,” kata Fikri kepada Katadata.co.id, Kamis (22/1).
Sebelumnya, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20-21 Januari 2026. Keputusan ini diambil di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang tengah melemah mendekati 17.000 per dolar AS. Sedangkan Suku bunga deposit facility diputuskan tetap sebesar 3,75% dan lending facility tetap sebesar 5,50%.
"Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini, yakni pada upaya stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global dan mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Rabu (21/1).
Perry mengatakan, nilai tukar rupiah pada Selasa (20/1) bertengger di level 16.945 per dolar AS, melemah 1,53% sepanjang tahun ini. Ia menjelaskan, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh aliran keluar modal asing akibat meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global dan kenaikan permintaan valas.
"Guna menjaga stabilitas ini, BI akan meningkat intensitas langkah-langkah stabilitas rupiah melalui intervensi di pasar," kata dia.
BI pun memperkirakan, pertumbuhan ekonomi 2025 akan berada di kisaran 4,7%-5,5%. Sedangkan pada tahun depan, pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat ke kisaran 4,9%-5,7%.