Purbaya Ungkap Tugas Juda Agung yang Gantikan Keponakan Prabowo di Kemenkeu

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat mengikuti sidang aduan kanal Debottlenecking Satgas P2SP di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/1/2026). Sidang tersebut beragendakan membahas masukan INSA (Indonesian National Shipowners Association) tentang peningkatan kepatuhan pajak perusahaan pelayaran asing dan laporan terkait permasalahan HS Code Pir Sandwich Panel CV Sumber Pangan.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
6/2/2026, 16.08 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan tugas Wakil Menteri Keuangan Baru Juda Agung. Juda akan menggantikan peran Thomas Djiwandono yang banyak berperan terkait hubungan internasional di sektor keuangan.

“Saya pikir sih Pak Juda akan melanjutkan hal-hal yang ditangani oleh Pak Thomas di sektor finansial, yang internasional,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/2). 

Menurutnya, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia itu tak akan kesulitan menangani hal tersebut dengan bekal pengalamannya di bank sentral.  “Harusnya sih, dia udah terbiasa dengan hal itu juga di Bank Sentral, harusnya enggak ada masalah,” kata Purbaya. 

Sebelum menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, ia pernah menduduki jabatan Asisten Gubernur yang membawahi Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial periode 2020-2022. Ia juga pernah menjadi Direktur Eksekutif Internasional Monetary Fund (IMF) di Washington DC, Amerika Serikat periode 2017-2019.

Juda Agung resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Keuangan. Pelantikan dan pembacaan sumpah berlangsung di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis (5/1).

Ia mengaku telah sering berkoordinasi dengan jajaran Kemenkeu sejak masih menjadi staf. Koordinasi di sektor riil, fiskal , dan moneter juga bukan hal baru baginya. 

“Bukan hal yang baru bagi saya, di bidang koordinasi sektor riil, fiskal, moneter, itu sudah, sudah biasa. Jadi saya merasa nyaman lah untuk ke otoritas fiskal, Kementerian Keuangan, kembali ke rumah yang baru,” kata dia.

Menurut Juda, perpindahannya dari BI ke Kementerian Keuangan agar koordinasi antara fiskal dan moneter semakin membaik dan erat. 

“Ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden kepada kami, kepada saya, waktu saya bertemu Beliau, arahnya intinya adalah bahwa fiskal moneter harus berkoordinasi,” kata Juda. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman