Kadin: Daya Beli Membaik, Aktivitas Ekonomi Mulai Mnggeliat
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai, tanda-tanda perbaikan daya beli dan aktivitas ekonomi cukup kuat pada kuartal keempat tahun lalu seiring akselerasi program pemerintah dan masuknya investasi. BPS mencatat ekonomi dalam tiga bulan terakhir 2025 tumbuh 5,39% secara tahunan, pertumbuhan kuartalan tertinggi dalam dua tahun terakhir.
“Saya melihat di kuartal keempat memang dengan jalannya program pemerintah inisiatif seperti dari hal-hal infrastruktur, sekolah, makanan bergizi gratis, itu mulai terlihat berjalan. Sehingga membantu untuk konsumsi domestik naik,” ujarnya saat ditemui usai acara ABAC Meeting, Jumat (6/2).
Menurut Anindya, kombinasi belanja pemerintah dan peningkatan investasi berdampak langsung pada konsumsi domestik. Hal ini ditambah dengan aloram modal asing masuk.
“Jadi kita lihat memang kuartal keempat itu sudah mulai menggeliat kerja keras selama setahun penuh. Begitu juga dengan Danantara sudah mulai kelihatan,” kata dia.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 mencapai 5,39%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata tahunan. Namun, secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 hanya 5,11%, di bawah target APBN sebesar 5,2%.
Meski begitu, Anindya mengingatkan bahwa perekonomian tahun ini menghadap sejumlah tantangan di tengah dinamika global. Namun, dari sisi dunia usaha, aktivitas ekonomi dinilai mulai terasa merata.
“Tentu ini adalah tahun baru 2026, kita mesti membangun dan seperti diketahui kan tentunya banyak sekali di dunia ini segala macam pertanyaan dan gelombang, tapi kita merasa sampai ke daerah sudah terlihat,” tuturnya.
Ia menambahkan, dunia usaha juga terlibat langsung dalam program pemerintah, khususnya melalui penyediaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kadin berpartisipasi membangun 1.000 unit dari total 30.000 dapur yang ditargetkan pemerintah.