Purbaya Pastikan THR PNS Cair Pekan Pertama Puasa

Katadata/Fauza Syahputra
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan THR ASN segera cair.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
18/2/2026, 17.43 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tunjangan hari raya bagi aparatur sipil negara atau THR ASN akan cair pada pekan pertama Ramadhan 2026. 

“Minggu pertama puasa,” kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2). 

Ketika ditanyai mengenai kepastian apakah THR ASN akan cair pada pekan ini, Purbaya hanya menjawab bahwa tunjangan tersebut akan cair dalam waktu dekat.  “Bentar lagi,” kata dia. 

Di sisi lain, Purbaya belum dapat memastikan besaran THR yang akan diasalurkan. Namun, ia memastikan THR ASN akan mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026. 

"Saya lupa angkanya, tapi cukup besar. Itu untuk mendorong ekonomi dikuartal  pertama tahun ini juga. Jadi, kita harapkan yang ada stimulus seperti itu," kata dia. 

Pemerintah sebelumnya menyiapkan tunjangan hari raya (THR) tahun 2026 bagi aparatur sipil negara (ASN), prajurit TNI, serta anggota Polri sebesar Rp 55 triliun pada tahun ini.

THR PNS ini ditargetkan dapat disalurkan pada awal Ramadan. “Ada pasti nanti (pencairan THR ASN). Tapi, saya tidak tahu tanggal pastinya, yang jelas di awal-awal puasa kita harapkan sudah bisa kita salurkan,” kata Purbaya di Wisma Danantara akhir pekan lalu.  

Pada kuartal I 2026, pemerintah memproyeksi belanja pemerintah mencapai Rp 809 triliun, termasuk anggaran untuk THR bagi ASN, TNI, dan Polri. Pemerintah juga mengalokasikan percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 62 triliun, anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatera Rp 6 triliun, serta paket stimulus Rp 13 triliun. 

Purbaya menjelaskan belanja pemerintah pada triwulan I 2026 termasuk di momen lebaran dijalankan secara tepat waktu guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan. Dalam hal ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat pada 2025 diperkirakan terus berlanjut hingga 2026. 

“Prediksi kita di triwulan pertama, ekonomi kita bisa tumbuh antara 5,5% sampai 6%,” kata dia.

Purbaya mengatakan target pertumbuhan ini merupakan angka yang luar biasa. Apabila hal ini tercapai, ujar Purbaya, Indonesia berhasil keluar dari jebakan pertumbuhan 5%. 

Pemerintah juga terus mendorong konsumsi rumah tangga yang diyakini semakin menguat pada triwulan I 2026, terutama didukung momentum libur dan cuti bersama Imlek serta Idul Fitri serta kebijakan Work From Anywhere (WFA).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman