Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 16.920 per Dolar AS

ANTARA
Ilustrasi uang rupiah dan dolar Amerika Serikat
20/2/2026, 09.57 WIB

Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (20/2) pagi. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah membuka perdagangan di level Rp 16.920 per dolar AS atau terdepresiasi 0,10 persen.

Meski demikian, rupiah sempat bergerak menguat 14 poin ke level Rp16.908 per dolar AS hingga pukul 09.10 WIB. Analis Doo Financial Lukman Leong memproyeksikan rupiah masih berpotensi melemah pada perdagangan hari ini,seiring penguatan dolar AS yang berlanjut.

“Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang melanjutkan penguatan oleh data-data ekonomi yang lebih kuat dan pejabat-pejabat The Fed yang kembali memberikan pernyataan hawkish,” ujar Lukman kepada Katadata, Jumat (20/2).

Selain faktor eksternal dari Amerika Serikat, ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait Iran, juga menekan mata uang berisiko seperti rupiah. Ia memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak dalam rentang Rp 16.850 hingga Rp 17.000 per dolar AS.

Terkait hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, Lukman menilai keputusan BI mempertahankan suku bunga sempat memberikan sentimen positif.

“Namun pernyataan BI yang masih menyinggung pemangkasan suku bunga tidak terlalu mendukung rupiah,” katanya.

 BI mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Februari 2026. Keputusan ini diambil di tengah arus modal asing keluar dari aset portofolio di Indonesia. 

"Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini pada upaya penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global,” ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah