Purbaya Respons Outlook Negatif Fitch: Pendapatan Negara dan Ekonomi RI Baik

Katadata/Fauza Syahputra
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
4/3/2026, 18.44 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons keputusan lembaga pemeringkat global Fitch Ratings yang memangkas outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Lembaga ini menyoroti sejumlah risiko fiskal, seperti proyeksi penerimaan negara yang lesu, meningkatnya pembayaran bunga utang, peran Danantara, hingga ketidakpastian kebijakan. 

Meski memangkas outlook utang, Fitch mempertahankan peringkat Indonesia pada level BBB atau investment grade. Hasil afirmasi ini merupakan tahapan akhir dari proses asesmen Fitch setelah rangkaian kunjungan tanggal 23-26 Februari 2026 di Jakarta.

Purbaya memastikan kinerja pendapatan negara pada awal tahun 2026 menunjukkan kinerja yang sangat baik. Penerimaan negara tumbuh 9,5% secara tahunan pada Januari dan tumbuh 12,8% secara tahunan pada Februari.  s

"Ini terutama didukung oleh Penerimaan Pajak yang tumbuh tinggi 30,7% (yoy) pada Januari dan 30,4% (yoy) pada Februari. Belanja Negara pun tumbuh signifikan yaitu 25,7% (yoy) pada Januari dan 41,9% (yoy) pada Februari,” kata Purbaya dalam keterangan resmi, Rabu (4/3).

Kementerian Keuangan memastikan kondisi ekonomi Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Ekonomi pada kuartal keempat 2025 mencapai 5,39% secara tahunan. 

Berbagai leading indicator aktivitas ekonomi di awal tahun 2026 seperti indeks kepercayaan konsumsi, purchasing manager’s index, konsumsi listrik (bisnis dan industri), penjualan kendaraan (mobil dan motor) terus menunjukkan momentum perbaikan. Dari aspek fiskal, pemerintah memyatakan perbaikan juga terjadi signifikan.

Ia juga menyatakan, percepatan belanja dan stimulus ekonom dilakukan secara terukur untuk mempertahankan momentum pertumbuhan yang terus meningkat, dengan tetap memastikan APBN sehat dan disiplin fiskal terjaga. 

Purbaya memastikan koordinasi lintas sektor terjalin agar momentum akselerasi pertumbuhan ekonomi dapat dijaga dalam jangka menengah dengan tetap mempertahankan stabilitas. Koordinasi kebijakan fiskal-moneter juga terus menjadi prioritas untuk menjaga kepercayaan pasar dan memastikan program-program prioritas berjalan efektif dan akuntabel.  

Di sisi lain, kolaborasi dengan Danantara akan semakin diperkuat, sebagai mesin pertumbuhan baru yang menggerakkan ekonomi melalui investasi strategis di luar APBN, tetapi tetap fokus pada profit berkelanjutan, termasuk terus mengungkit investasi swasta bernilai tambah tinggi.

Kementerian Keuangan pun memastikan akan menjaga stabilitas makroekonomi, melanjutkan disiplin fiskal, memperbaiki iklim usaha antara lain dengan langkah debottlenecking dan deregulasi untuk peningkatan investasi dan akselerasi pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat reformasi struktural untuk meningkatkan ketahanan ekonomi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman