Purbaya Bantah Kabar Kas Negara Hanya Cukup untuk Dua Pekan: Menterinya Saya

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/agr
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Editor: Agustiyanti
6/4/2026, 13.55 WIB

Menteri Keuangan Purbaya menyinggung kabar yang menyebut kondisi kas negara hanya cukup untuk dua minggu ke depan. Ia mengaku terkejut karena informasi tersebut justru disebut berasal dari internal kementeriannya sendiri. 

“Katanya uang saya tinggal dua minggu saja sudah habis. Bahkan sumbernya bukan dari luar, malah dari orang kementerian keuangan sendiri yang menyebarkan isu-isu seperti itu. Saya baru tahu, padahal yang menterinya saya,” ujar Purbaya dalam rapat bersama DPR Komisi XI, Senin (6/4).

Purbaya menegaskan bahwa kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dalam kondisi aman, termasuk dalam menghadapi potensi kenaikan harga minyak dunia. Pemerintah, menurut dia, telah melakukan berbagai simulasi (exercise) untuk mengantisipasi berbagai skenario harga minyak.

Menurutnya, perhitungan telah dilakukan untuk asumsi harga minyak mulai dari US$80 hingga US$100 per barel, lengkap dengan langkah mitigasi yang diperlukan.

 “Dengan asumsi harga minyak rata-rata US$ 100 sepanjang 2026, anggaran masih bisa dijaga dengan defisit sekitar 2,92% terhadap PDB,” jelasnya. 

Ia menekankan bahwa desain APBN memang dirancang tetap berada di bawah batas defisit 3% terhadap PDB, sehingga masih dalam koridor aman. Selain itu, pemerintah juga memiliki bantalan fiskal yang kuat melalui saldo anggaran lebih (SAL). 

Purbaya mengungkapkan, posisi SAL saat ini bahkan mencapai sekitar Rp420 triliun, yang dapat digunakan sebagai penyangga jika terjadi tekanan eksternal, termasuk lonjakan harga energi yang tidak terkendali.

“Jadi sepanjang tahun ini dengan harga rata-rata 100, aman. Terus kalau ada orang yang bilang, Purbaya nggak punya uang, Menteri Keuangan nggak punya uang, kita dari desain anggaran aja masih di bawah 3%,” kata dia.

Pemerintah, menurut dia, juga membuka opsi untuk menggunakan SAL dengan persetujuan DPR, khususnya Komisi XI DPR RI, guna menjaga keberlanjutan fiskal dan stabilitas ekonomi nasional. 

Selain itu, ia menambahkan bahwa potensi kenaikan harga komoditas seperti minyak dan batu bara juga berpeluang meningkatkan pendapatan negara, sehingga dapat membantu menjaga keseimbangan APBN. 

Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir terhadap kondisi fiskal saat ini. Purbaya memastikan seluruh kebijakan telah dihitung secara matang untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

“Pak Menteri ESDM menjanjikan pendapatan yang lebih dari kenaikan harga minyak dan harga dari batubara di pasar dunia. Jadi masyarakat nggak usah khawatir, kita sudah hitung dengan exercise seperti itu,” pungkasnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah