BPS: Ekspor Tumbuh Tipis, Impor Melonjak 10% pada Kuartal I-2026

ANTARA FOTO/Andry Denisah/nz
Foto udara truk kontainer melintasi susunan peti kemas di Pelabuhan Kendari New Port, Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (8/2/2026).
Penulis: Ade Rosman
4/5/2026, 16.06 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor naik tipis 0,34% menjadi US$ 66,85 miliar atau Rp 1.162,4 triliun (kurs Rp 17.390/US$). Di sisi lain, impor melonjak 10,05% menjadi US$ 61,3 miliar atau Rp 1.065,9 triliun pada periode Januari-Maret 2026.

“Kesenjangan ekspor dan impor ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan domestik, baik untuk konsumsi maupun bahan baku dan barang modal,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (4/5).

Meski begitu, neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan kinerja positif.

“Sepanjang Januari sampai dengan Maret tahun 2026 neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 5,55 miliar,” katanya. 

Ateng menjelaskan bahwa surplus tersebut ditopang oleh kinerja positif perdagangan komoditas nonmigas yang terus berlanjut, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit.  

“Hingga bulan Maret 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar US$ 5,55 miliar atau Rp 96,51 triliun," kata Ateng.

Surplus neraca perdagangan periode Januari-Maret 2026 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas US$ 10,63 miliar atau Rp 184,8 triliun. Adapun komoditas migas masih mengalami defisit US$ 5,08 miliar atau Rp 88,34 triliun.   

Adapun, sektor industri pengolahan menjadi pendorong dengan pertumbuhan nilai ekspor 3,96% menjadi US$ 54,98 miliar atau Rp 956,05 triliun. 

Cina, AS, dan India Jadi Pasar Utama Ekspor Nonmigas

BPS mencatat tiga negara pasar utama ekspor nonmigas Indonesia, yaitu Cina, Amerika Serikat, dan India. Kontribusi ketiga negara ini sekitar 44,48% dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-Maret 2026. Cina masih menjadi pasar ekspor utama dengan nilai mencapai US$ 16,50 miliar (25,94%), diikuti oleh Amerika Serikat US$ 7,29 miliar (11,46%), dan India US$ 4,50 miliar (7,08%).  

Ekspor nonmigas ke Cina pada periode Januari-Maret 2026 didominasi oleh komoditas besi dan baja, nikel dan barang daripadanya, serta bahan bakar mineral. Sementara itu, ekspor ke Amerika Serikat didominasi oleh mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, alas kaki, serta pakaian dan aksesorinya. 

Selanjutnya, nilai impor Indonesia secara kumulatif hingga Maret 2026 sebesar US$ 61,30 miliar, atau naik 10,05% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Penyumbang utama masih berasal dari sektor nonmigas, dengan nilai impor US$ 52,97 miliar, naik 12,16%. Sedangkan impor migas turun 1,72 persen menjadi US$ 8,33 miliar.  

Dari sisi penggunaan, terjadi peningkatan impor periode Januari-Maret 2026 baik pada barang modal, bahan bakuatau bahan penolong, maupun barang konsumsi. Nilai impor bahan baku atau bahan penolong masih dominan dengan nilai mencapai US$ 43,17 miliar atau naik 6,89%. 

Sedangkan nilai impor barang modal mencapai US$ 12,98 miliar atau naik 24,02%. Secara persentase, kenaikan nilai impor barang modal ini diketahui jauh lebih tinggi dibandingkan bahan baku atau penolong serta barang konsumsi. Adapun impor barang konsumsi tercatat US$ 5,15 miliar, atau tumbuh 6,12%.  

Sepanjang periode Januari-Maret 2026, Tiongkok menjadi negara utama asal impor nonmigas Indonesia dengan nilai US$22,02 miliar (41,56%), diikuti Australia dengan nilai US$ 3,14 miliar (5,94%), dan Jepang US$ 2,90 miliar (5,47%). Kontribusi ketiga negara tersebut mencapai 52,97%, atau lebih dari separuh total impor nonmigas Indonesia.  

Selanjutnya, surplus perdagangan nonmigas pada Januari-Maret 2026 sebagian besar masih ditopang oleh lima komoditas utama, yaitu lemak dan minyak hewan atau nabati (US$ 8,68 miliar), bahan bakar mineral (US$ 6,22 miliar), besi dan baja (US$ 4,29 miliar), nikel dan barang turunannya (US$ 3,24 miliar), serta alas kaki (US$ 1,49 miliar).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman