BI: Cadangan Devisa RI Masih Kuat untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Unsplash
Ilustrasi. Gubernur BI Perry Warjiyo dalam rapat dengan DPR Komisi XI pada Senin (18/5) mengungkapkan cadangan devisa memang mengalami penurunan seiring meningkatnya intensitas intervensi BI di pasar valuta asing.
Editor: Agustiyanti
19/5/2026, 12.21 WIB

Bank Indonesia menegaskan posisi cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang kuat dan memadai meski untuk menjaga stabilitas rupiah. Langkah intervensi BI untuk menjaga rupiah yang melemah sejak awal tahun ini telah menggerus posisi cadangan devisa. 

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 mencapai US$ 146,2 miliar. Level tersebut dinilai masih sangat memadai untuk mendukung ketahanan eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.

“Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan sekitar 114% dari ukuran kecukupan cadangan devisa berdasarkan standar internasional yang ditetapkan IMF dan mencerminkan kuatnya ketahanan eksternal Indonesia,” ujar Ramdan dalam pernyataan resmi, Selasa (19/5).

Ia menegaskan, BI terus mengelola cadangan devisa secara terukur untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga kepercayaan pasar, serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional di tengah tingginya ketidakpastian global.

Gubernur BI Perry Warjiyo dalam rapat dengan DPR Komisi XI sebelumnya mengungkapkan cadangan devisa memang mengalami penurunan seiring meningkatnya intensitas intervensi BI di pasar valuta asing.

“Memang turun. Dulu pernah 121, sekarang 114. Tapi masih di atas 100. Masih lebih dari cukup,” kata Perry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI.

Perry menjelaskan ukuran kecukupan cadangan devisa mengacu pada indikator Assessing Reserve Adequacy (ARA) yang ditetapkan International Monetary Fund atau IMF.

Menurutnya, meski BI meningkatkan dosis intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, posisi cadangan devisa Indonesia tetap berada di atas standar kecukupan internasional.

Ia mengatakan intervensi dilakukan secara all out melalui berbagai instrumen, mulai dari pasar spot, lindung nilai, hingga transaksi forward. 

“Kami pastikan cadangan devisa lebih dari cukup,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah