Gubernur BI Sebut Penempatan Devisa Hasil Ekspor SDA Bisa Pakai Yuan Cina
Bank Indonesia (BI) menambah instrumen untuk optimalisasi dan penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA). Salah satunya dengan memperluas penggunaan mata uang asing seperti yuan Cina. Sebelumnya, penempatan ini hanya bisa dilakukan dengan dolar AS.
“Sebagaimana diketahui, kami sudah mendalami pasar valas di mana sekarang yuan Cina sudah bisa ditransaksikan dalam negeri. Local currency transaction (LCY) kita dengan Cina itu yang terbesar,” kata Perry dalam Sosialisasi Tata Kelola Ekspor SDA Strategis dan Implementasi Peraturan Pemerintah tentang DHE di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (21/5).
Perry menyebut tahun lalu jumlah transaksi valas yang menggunakan yuan Cina mencapai 25 miliar yuan (Rp 64,9 triliun). Tahun ini, dalam sebulannya jumlah transaksi sebanyak 3,7 miliar yuan (Rp 9,6 triliun). Dia menyampaikan perluasan instrumen ini sudah dikerjasamakan dengan Bank Sentral Cina.
“Jadi, Bapak/Ibu kalau punya yuan Cina di dalam negeri sudah banyak, itu bisa langsung transaksikan mau tunai spot boleh, mau swap boleh, juga mau kemudian digunakan untuk transaksi forward juga boleh,” ujarnya.
Perry mengatakan perluasan ini bisa dilakukan oleh eksportir baik kepada perbankan ataupun Bank Indonesia.
Sosialisasi Tata Kelola Ekspor SDA Strategis dan Implementasi Peraturan Pemerintah tentang DHE di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi Rosan Roeslani, Menteri Perdagangan Budi Santoso, serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi.
Agenda tersebut juga dihadiri langsung oleh berbagai perwakilan asosiasi industri, sebagai berikut:
- Kamar Dagang Industri (Kadin)
- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
- Asosiasi Pertambangan Indonesia (IMA)
- Forum Industri Nikel Indonesia (FINI)
- Asosiasi Bauksit Indonesia (ABI)
- Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI)
- Asosiasi Perusahaan Migas (Aspermigas)
- American Chambers of Commerce (AMCHAM)
- US-ASEAN Business Council (USABC)
- Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI)
- Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI)
- Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI)
- Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI)
- European Business Chamber or Commerce Indonesia (EUROCHAM)
- Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI)
- Gabungan Pengusaha Minyak Nabati Indonesia (GIMNI)
- Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (APOLIN)
- Indonesian Petroleum Association (IPA)