Purbaya: Defisit APBN Rp 180,4 Triliun Hingga Mei 2026
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan menuturkan defisit APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) hingga Mei 2026 tercatat sebesar Rp 180,4 triliun atau 0 7% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan pada April 2026 yang mana defisit tercatat Rp 164,4 triliun atau 0,64% dari PDB. Purbaya mengatakan defisit dapat dikendalikan lantaran perbaikan di sisi pajak dan bea cukai.
“Bisa kita kendalikan, utamanya kenapa? Karena pajak dan bea cukai ada perbaikan yang signifikan,” kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTA yang digelar di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, pada Jumat (5/6).
Purbaya menyebut angka defisit Mei 2026 ini jauh di bawah target defisit sepanjang 2026 yakni Rp 689,1 triliun atau 2,68% terhadap PDB.
Adapun, realisasi pendapatan negara tercatat 37,6% dari total target APBN sebesar Rp 3.153 triliun.
Pendapatan negara terhimpun sebesar Rp 1.185 triliun (37,6%) target APBN senilai Rp 3.153,6 triliun. Angka ini tumbuh 19,1% secara tahunan.
Di sisi lain, penerimaan perpajakan tercatat Rp 958,2 triliun, yang ditopang oleh serapan pajak yakni Rp 834,4 triliun atau tumbuh 22,1% secara tahunan.
Sementara itu penerimaan kepabeanan dan cukai tumbuh 0,7% secara tahunan dengan nilai Rp123,8 triliun.
Lalu, komponen penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 226,4 triliun, tumbuh 19,9% secara tahunan.
Sedangkan, dari sisi belanja negara, hingga Mei 2026 tercatat Rp 1.365,4 triliun atau setara 35,5% dari target APBN Rp 3.842,7 triliun, atau tumbuh 34,4% (yoy).