Bursa Wall Street naik pada perdagangan Kamis (18/9). Pasar saham pulih setelah tertekan pada sesi sebelumnya akibat sinyal kenaikan suku bunga The Federal Reserve pada tahun ini.
Indeks S&P 500 naik 1,08% ke level 7.500,58 dan Nasdaq menguat 1,91% menjadi 26.517,93. Dow Jones Industrial Average tumbuh 72,15 poin atau 0,14% ke posisi 51.564,70.
Kenaikan pasar ditopang oleh reli saham-saham semikonduktor. Saham Intel melonjak 10,6% setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana kemitraan perusahaan tersebut dengan Apple untuk mengembangkan chip di Amerika Serikat. Saham Nvidia dan Micron Technology juga melonjak masing-masing sekitar 3% dan hampir 9%.
Selain itu, kenguatan sektor chip juga mendorong ETF iShares Semiconductor (SOXX) naik lebih dari 6%.
CEO The Wealth Alliance, Robert Conzo, mengatakan kenaikan saham-saham teknologi mencerminkan optimisme pasar terhadap meningkatnya kolaborasi antarperusahaan dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Menurutnya, kebutuhan investasi AI yang terus tumbuh dan penerapannya di berbagai industri menjadi faktor yang mendorong sentimen positif investor terhadap sektor teknologi.
“Kemitraan Apple-Intel merupakan gambaran kecil dari apa yang mungkin terjadi di masa depan,” tulis Conzo dikutip CNBC International, Jumat (19/6).
Wall Street sempat tertekan pada Rabu setelah hasil rapat perdana The Federal Reserve di bawah kepemimpinan Kevin Warsh memicu kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan moneter AS.
Proyeksi suku bunga atau dot plot menunjukkan separuh pejabat bank sentral AS memperkirakan suku bunga masih berpotensi naik pada 2026. Ketidakpastian semakin meningkat karena Warsh tidak menyampaikan proyeksi suku bunganya sendiri.
Dalam konferensi pers, ia juga berulang kali menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga, yang dipandang pasar sebagai sinyal kebijakan yang cenderung ketat atau hawkish.
Meski demikian, Conzo menilai prospek pasar masih ditopang sejumlah faktor positif. Menurutnya, kinerja laba perusahaan solid, data ketenagakerjaan AS pada Mei yang melampaui ekspektasi, hingga penjualan ritel yang tetap kuat menjadi penyangga optimisme investor.
Secara mingguan, Wall Street tetap mencatatkan penguatan pada pekan perdagangan yang lebih singkat karena libur. Indeks S&P 500 naik 0,9% dan membukukan kenaikan pada 11 dari 12 pekan terakhir. Sementara itu, Dow Jones menguat 0,7% dan Nasdaq melonjak 2,4% sepanjang pekan.