Danantara Development Fund Siap Kelola Dana PSN, Termasuk Giant Sea Wall
PT Danantara Development Management Fund (DDMF) memaparkan rencana kerja dan rencana anggaran (RKA) 2026 dalam rapat kerja tertutup bersama Komisi XI DPR RI pada Rabu (1/7). Dalam rapat tersebut, DDMF mempresentasikan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan, mulai dari proyek hilirisasi hingga pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa.
Direktur Utama DDMF Sigit Puji Santosa mengatakanp erusahaan yang baru dibentuk pada April 2026 itu telah menyampaikan arah program strategis yang akan menjadi fokus investasi pada tahun ini. Ketika ditanya proyek Giant Sea Wall juga masuk dalam proyek yang dananya dikelola DDMF, Sigit menyampaikan seluruh proyek sudah dipaparkan dalam rapat itu.
"Semua kami paparkan. Nanti detailnya akan kami sampaikan," kata Sigit usai rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (1/7).
Rapat tersebut juga dihadiri Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Managing Director Danantara Rohan Hafas dan dipimpin Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun.
Misbakhun menjelaskan, rapat digelar secara tertutup karena membahas rencana kerja dan anggaran DDMF sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang BUMN yang telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2026. Dalam aturan tersebut, setiap rencana kerja dan anggaran badan usaha terkait investasi harus dikonsultasikan dengan DPR melalui Komisi XI.
Dalam rapat itu, Rosan Roeslani membuka rapat dengan memaparkan arah kebijakan Danantara. Kemudian dilanjutkan oleh Sigit yang menjelaskan rencana kerja, anggaran serta sejumlah proyek yang akan dijalankan DDMF pada 2026.
"Banyak yang disampaikan terkait anggaran, banyak juga yang disampaikan terkait proyek, dan banyak pertanyaan dari anggota. Namun karena rapatnya tertutup, saya tidak bisa mengungkapkan apa yang dibahas di dalam rapat," ujar Misbakhun.
Selain itu, Misbakhun mengatakan, DDMF saat ini masih menyusun skema pendanaan berbagai proyek strategis. Dia mengatakan, mekanisme tersebut masih dalam tahap perumusan.
Agar proyek-proyek strategis itu dapat menarik minat investor global, Misbakhun menyebut hal terserbut juga sudah disampaikan oleh DDMF. Namun, pembahasannya masih sebatas rencana kerja dan anggaran sehingga implementasinya akan terus dipantau.
“Jadi nanti kalau mereka sudah berjalan akan kita tagih dengan rapat-rapat terjadwal mengenai laporan, kinerja dan sebagainya," kata Misbakhun.
Terkait sektor prioritas, Misbakhun mengatakan DDMF akan berfokus pada proyek-proyek strategis yang memiliki tingkat pengembalian investasi atau internal rate of return (IRR) jangka panjang sehingga kurang diminati investor swasta.
"Kalau diserahkan kepada swasta, itu sangat rendah dan sangat minim partisipasi swastanya. Maka kehadiran negara ditetapkan bahwa DDMF harus masuk ke sana, itu yang utama," ujarnya.
Meski demikian, baik Misbakhun atau pihak DDMF belum bisa mengungkapkan daftar proyek yang akan dibiayai karena mekanisme pendanaannya masih disusun.
Sementara itu, Managing Director Danantara Rohan Hafas mengatakan DDMF masih berada pada tahap penyampaian rencana kerja dan anggaran kepada DPR. Ke depan, perusahaan akan secara berkala melaporkan perkembangan pelaksanaan proyek kepada Komisi XI.
Menurut Rohan, seluruh proyek tetap akan dihitung berdasarkan aspek komersial meskipun sebagian merupakan investasi jangka panjang yang memiliki nilai strategis bagi negara.
"Karena ini menyangkut uang negara, kami harus berhati-hati dalam memilih proyek. Walaupun investasinya berjangka panjang, aspek komersial dan tingkat pengembaliannya tetap harus dihitung," kata Rohan.
Dia menjelaskan setiap proyek akan memiliki perhitungan investasi dan proyeksi tingkat pengembalian yang berbeda. Setelah melalui kajian tersebut, pemerintah akan menentukan apakah proyek akan sepenuhnya dijalankan DDMF.