Rupiah Diproyeksi Menguat Terbatas, Pasar Tunggu Data Kepercayaan Konsumen
Mata uang rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dikutip dari Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp 17.593 per dolar AS menguat 0,28% atau 39 poin. Hingga pukul 09.10 WIB, rupiah bergerak kian menguat berada di level Rp 17.567 per dolar AS.
Adapun pada perdagangan hari Selasa (8/9), rupiah ditutup di level Rp 17.634 per dolar AS. Rupiah sempat menguat hingga 40 poin ke level Rp 17.632 dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp 17.640 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak konsolidatif dengan peluang menguat terbatas terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (9/9). Pelaku pasar diperkirakan mengambil sikap wait and seesambil menantikan rilis data kepercayaan konsumen Indonesia.
Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi menguat terbatas di tengah konsolidasi pasar valuta asing.
"Rupiah diperkirakan berkonsolidasi dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar AS. Investor wait and see survei kepercayaan konsumen Indonesia untuk bulan Agustus yang akan dirilis siang ini," ujar Lukman. Dia memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 17.550-Rp 17.700 per dolar AS.
Survei Konsumen Bank Indonesia menjadi salah satu indikator yang akan dicermati pasar karena memberikan gambaran mengenai keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi terhadap perekonomian ke depan.
BI menyebut survei tersebut merupakan survei bulanan untuk mengetahui keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan enam bulan mendatang.
Pada Juli 2026, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat sebesar 116,8. Angka tersebut masih berada dalam zona optimistis karena berada di atas level 100, meski turun dari 117,8 pada Juni 2026. Penurunan IKK Juli terutama tercermin dari melemahnya indeks kondisi ekonomi saat ini maupun indeks ekspektasi konsumen.