Jakarta Ingin Terbitkan Obligasi Daerah, Purbaya Soroti Potensi Risikonya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi sadewa menyoroti risiko obligasi daerah yang dapat berpotensi mengganggu stabilitas keuangan negara. Hal ini merespons rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerbitkan obligasi atau surat utang daerah.
Purbaya mencontohkan, Brasil yang memperbolehkan daerah menerbitkan obligasi. Namun, banyak pemerintah daerahnya yang tidak mampu membayar kembali obligasi yang diterbitkan.
“Begitu problem, ya, itu jadi besar. Akhirnya negaranya jadi keganggu juga. Jadi itu yang kami cegah sebisa mungkin,” kata Purbaya kepada wartawan di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa (8/9).
Purbaya menilai Jakarta memiliki kemampuan fiskal yang kuat dan dinilai belum memerlukan menerbitkan obligasi. Kendati begitu, obligasi daerah tak menutup restu bagi Pemprov DKI Jakarta menerbitkan obligasi.
“Tapi enggak apa-apa. Nanti kami lihat seperti apa. Basically gitu. Hitungan saya sih kalau uangnya banyak, ya ngapain pinjam? Tapi kalau butuh ya gak apa-apa pinjam aja,” kata Purbaya.
Purbaya menuturkan, setiap daerah memiliki dana Rp 100 triliun yang mengendap tak terpakai di perbankan hingga akhir tahun,
“Semua daerah itu ada excess liquidity, excess funds di perbankan sampai Rp 100 triliun di akhir 31 Desember. Jadi ya itu dihabisin aja dulu nanti, jangan banyak-banyak ditumpuk,” kata Purbaya.