Defisit APBN Agustus Rp 240,1 Triliun hingga Akhir Agustus, Setara 0,93% PDB

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat senilai Rp 240,1 triliun atau 0,93% dari Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir Agustus 2026.
Penulis: Ade Rosman
18/9/2026, 10.45 WIB

Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat senilai Rp 240,1 triliun atau 0,93% dari Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir Agustus 2026. Angka tersebut menunjukkan defisit APBN masih terkendali di bawah batas 3% PDB.

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengungkapkan hal itu dalam konferensi pers APBN KiTA yang dilaksanakan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (18/9). 

“Hingga akhir Agustus, kinerja APBN tetap kuat dengan keseimbangan primer yang positif, defisit tetap dalam batasan yang terkendali,” kata Suahasil.

Ia mengatakan hingga akhir Agustus 2026, pendapatan negara tercatat Rp 2.055,6 triliun, atau 65,2% dari target, lalu belanja negara Rp 2.295,7 triliun. Maka, angka defisitnya mencapai Rp 240,1 triliun atau 0,93% dari PDB.

“Dan ini artinya memang perjalanan APBN-nya relatively on track,” kata Suahasil. 

Adapun, keseimbangan primer tercatat surplus Rp 154 triliun, target keseimbangan primer didesain defisit sebesar Rp 89,7 triliun

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, terdapat penurunan defisit APBN. Yang mana, pada akhir Agustus 2025, defisit APBN tercatat Rp 321,6 triliun atau setara 1,35% dari PDB. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman