BI Pertahankan BI Rate 5,75% di Tengah Aksi The Fed hingga BoJ Naikkan Bunga

Katadata/Fauza Syahputra
Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti.
Editor: Agustiyanti
23/9/2026, 14.38 WIB

Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,75% berdasarkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18–19 Agustus 2026. Keputusan ini diambil meski sebelumnya The Fed dan Bank of Japan menaikkan suku bunga acuannnya. 

"BI juga mempertahankan suku bunga deposit facility tetap sebesar 4,75% dan suku bunga lending facility sebesar 6,5%," ujar Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dalam konferensi pers pengumuman hasil RDG pada Rabu (23/9). 

Destry mengatakan, keputusan ini masih konsisten dengan strategi BI menjaga stabilitas rupiah  dan inflasi di tengah tekanan eksternal yang masih kuat. Keputusan ini juga sejalan dengan upaya menjaga inflasi sebesar 2,5%, dengan toleransi plus-minus 1% pada 2026 dan 2027, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"BI akan terus memperkuat kebijakan insentif untuk menarik aliran modal asing dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta mempercepat pendalaman pasar uang dan valas," kata dia. 

Sedangkan kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran, menurut dia, akan tetap diarahkan untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi. Kebijakan makroprudensial longgar akan terus diperkuat untuk meningkatkan kredit ke sektor riil.

"Kebijakan sistem pembayaran akan tetap diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri dan penguatan keandalan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran. 

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.