Dalam rangka memperingati empat tahun sejak diluncurkannya produk Waran Terstruktur di pasar modal Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama RHB Sekuritas Indonesia (DR) kembali menyelenggarakan Hari Waran Terstruktur Indonesia (HWTI) 2026 pada hari Sabtu, 19 September 2026, bertempat di Main Hall Gedung BEI, Jakarta.
Penyelenggaraan HWTI 2026 merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BEI dan RHB Sekuritas Indonesia dalam meningkatkan literasi, pemahaman dan partisipasi investor terhadap Waran Terstruktur sebagai salah satu alternatif instrumen investasi yang inovatif dan berdaya saing tinggi di luar saham konvensional.
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Iding Pardi mengatakan, produk waran terstruktur terus menunjukkan perkembangan signifikan di pasar modal Indonesia. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2022, instrumen investasi tersebut telah berkembang menjadi salah satu alternatif produk yang melengkapi pilihan investasi bagi investor.
Iding Paridi mengatakan, perkembangan waran terstruktur tidak terlepas dari pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada investor. Menurutnya, kegiatan tersebut diperlukan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus memperluas awareness masyarakat terhadap berbagai produk pasar modal.
"Kegiatan edukasi dan sosialisasi seperti yang dilaksanakan hari ini memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman investor dan memperluas awareness terhadap produk-produk pasar modal," ujar Iding Paridi, dalam keterangan resmi, Sabtu (19/9).
Dia menjelaskan, waran terstruktur telah hadir di pasar modal Indonesia selama empat tahun sejak pertama kali diluncurkan pada 2022. Dalam perjalanannya, produk tersebut terus berkembang dan menjadi salah satu alternatif instrumen investasi yang dapat digunakan investor sesuai dengan strategi dan profil risikonya.
"Bagi investor, waran terstruktur memberikan alternatif untuk menerapkan berbagai strategi investasi sesuai dengan tujuan dan profil risiko masing-masing," kata Iding.
Sementara bagi industri pasar modal, pengembangan waran terstruktur dinilai dapat memperkaya variasi instrumen investasi sekaligus mendukung peningkatan kedalaman dan daya saing pasar modal Indonesia.
Perkembangan waran terstruktur tercermin dari peningkatan jumlah penerbitan dan nilai transaksi. Pada 2022, terdapat 13 seri waran terstruktur dengan nilai transaksi mencapai Rp194 miliar hingga 31 Desember 2022.
Pertumbuhan tersebut berlanjut dalam beberapa tahun berikutnya. Hingga 16 September 2026, jumlah penerbitan waran terstruktur telah mencapai 679 seri dengan nilai transaksi sekitar Rp4,18 triliun.
"Sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 2022, waran terstruktur menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan," ujar Iding.
Head of Equity Derivatives PT RHB Sekuritas Indonesia Kenneth Zhao mengatakan, salah satu keunggulan waran terstruktur adalah memberikan kemudahan bagi investor dalam melakukan diversifikasi portofolio.
"Singkatnya, ada beberapa keuntungan bagi investor Waran Terstruktur, yaitu modal investasi yang lebih rendah, memanfaatkan efek pengungkit (leverage), kerugian terbatas (sebesar modal awal), terdapat liquidity provider (memastikan ketersediaan likuiditas di pasar), serta pembayaran tunai pada saat jatuh tempo (jika Waran Terstruktur in-the-money)," ujar Kenneth.
Produk Waran Terstruktur pertama kali diperkenalkan di pasar modal Indonesia pada tanggal 19 September 2022, dengan RHB Sekuritas Indonesia sebagai pionir penerbit Waran Terstruktur. Sejak peluncurannya, produk ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, baik dari sisi penerbitan maupun aktivitas transaksi harian di pasar sekunder.
Sebagai bagian dari upaya memperluas akses investor terhadap Waran Terstruktur, RHB Sekuritas Indonesia juga bekerja sama dengan sejumlah Agen Penjual Waran Terstruktur.
Saat ini, terdapat tiga Sekuritas yang bekerja sama dengan RHB Sekuritas Indonesia sebagai agen penjual, yaitu: Mirae Asset Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan Trimegah Sekuritas.