Bank Mandiri menghadirkan layanan emas (bulion) yang terintegrasi langsung di dalam super app Livin’ by Mandiri. Layanan tersebut hadir seiring dengan diperolehnya lisensi bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta menjawab perkembangan minat masyarakat terhadap kepemilikan emas.
Permintaan emas batangan dan koin di Indonesia sendiri melonjak 40 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi 15 ton menurut laporan Gold Demand Trends Q2 2026 - World Gold Council (WGC).
Melalui layanan yang terintegrasi di Livin’ by Mandiri, pengguna kini dapat membuka tabungan emas, melakukan transaksi beli dan jual, mencicil, menitipkan, hingga menarik emas fisik secara real-time 24 jam penuh tanpa harus berpindah aplikasi.
“Emas terbukti tetap menjadi instrumen investasi yang diminati di tengah dinamika ekonomi global. Melalui layanan emas di Livin’ by Mandiri, kami tidak sekadar menyediakan etalase jual-beli emas digital. Kami menghadirkan solusi finansial end-to-end yang memberi kendali penuh bagi nasabah untuk merencanakan, mengelola, hingga mencairkan emas sesuai siklus kebutuhan hidup mereka, cukup dari satu genggaman,” kata Direktur Consumer Banking Bank Mandiri Saptari dalam keterangan resminya, Jumat (9/10).
Inisiatif ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong dan memperkuat ekosistem bulion di Indonesia sebagaimana tercantum dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia (RP2I) OJK.
Sebagai wujud perluasan akses layanan finansial, ekosistem bulion mengusung fleksibilitas yang maksimal. Melalui Tabungan Emas, nasabah dapat memiliki rekening emas untuk beberapa pilihan merek terkemuka seperti ANTAM Logam Mulia dan HRTA GOLD Emasku, dengan setoran awal mulai dari 0,02 gram atau sekitar Rp50.000.
Pembelian selanjutnya dapat dilakukan mulai dari 0,005 gram atau sekitar Rp10.000, dengan kemudahan transaksi beli dan jual emas secara real-time sekaligus memantau pergerakan harga langsung di dalam aplikasi.
Untuk memfasilitasi nasabah yang ingin mengakselerasi kepemilikan aset di depan, Bank Mandiri menghadirkan fasilitas pembiayaan KSM Emas (Kredit Serbaguna Mandiri Emas) berupa pembelian emas dengan mekanisme cicilan.
Inovasi pembiayaan ini memberikan keunggulan berupa skema bunga ringan, cicilan bersaing dan saat lunas dapat langsung menjadi saldo Tabungan Emas yang dapat ditransaksikan (jual, beli dan ambil fisik).
Melalui fitur ini, harga emas secara otomatis terkunci (price lock) pada saat pengajuan, sehingga membebaskan nasabah dari risiko kenaikan harga di masa depan dan rencana kepemilikan emas menjadi lebih terukur dan ringan.
Bank Mandiri melengkapi ekosistemnya dengan fitur Ambil Emas yang memungkinkan konversi tabungan emas digital menjadi logam mulia batangan.
“Transformasi layanan bulion ini merupakan lompatan inovasi nyata dari Livin’ by Mandiri. Kami tidak sekadar berinovasi pada kelancaran transaksi, tetapi juga meredefinisi cara nasabah membangun dan melindungi kekayaan jangka panjang mereka, sejalan dengan semangat perseroan untuk terus Tumbuh Bersama, Majukan Indonesia,” pungkas Saptari.