Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah menyoroti varian baru Covid-19 bernama Mu. Varian ini juga dikenal sebagai virus B.1621 dan termasuk kategori sebagai variant of interest (VOI) karena memiliki mutasi virus yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari sistem imun.

Tak hanya itu, laporan WHO juga menyebutkan bahwa varian ini dianggap lebih kebal terhadap vaksin yang ada saat ini. Namun badan kesehatan global ini mengatakan akan terus memantau karakteristik varian Mu. Varian ini pertama kali terdeteksi di wilayah Amerika Selatan.

“Sejak identifikasi pertamanya di Kolombia pada Januari 2021, ada beberapa laporan sporadis tentang kasus varian Mu dan beberapa wabah yang lebih besar telah dilaporkan dari negara lain di Amerika Selatan dan Eropa,” seperti dikutip dari laporan mingguan WHO pada akhir Agustus 2021 lalu.

Laporan itu juga menunjukkan bahwa varian Mu telah menyumbang kurang dari 0,1% kasus infeksi Covid-19 global.  Bahkan, di Kolombia dan Ekuador masing-masing prevalensinya mencapai 39% dan 13%.  Outbreak.info pun mencatat, varian baru corona ini sudah menyebar ke banyak negara, termasuk Amerika Serikat, Italia, Prancis, Korea Selatan, hingga Jepang. 

Meskipun varian Mu belum terdeteksi di Indonesia, namun masyarakat tetap perlu waspada untuk mencegah penularannya. Di antaranya dengan selalu menerapkan protokol kesehatan, melakukan vaksinasi, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan