Insiden ledakan dan kebakaran yang terjadi di smelter milik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) dan PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) pada 24 Desember dan 28 Desember 2023 bukan kasus pertama yang terjadi di proyek pengolahan nikel. Sejak 2015, sekurangnya ada 65 insiden yang telah mengakibatkan sejumlah korban jiwa dan luka-luka.   

Pemerintah menduga perusahaan tidak menerapkan standar kesehatan, keselamatan dan keamanan di lingkungan kerja (K3). 

“Industri itu wajib memperhatikan HSE (K3), itu rumus nomor satu sehingga zero accident jadi target. Kalau kecelakaan sampai membawa korban jiwa, itu sangat disayangkan. Berarti ada yang salah dengan HSE, harus dicek di lokasi,” ujar Menko Perekonomian  Airlangga Hartarto kepada wartawan di Jakarta Barat, Jumat, 29 Desember 2023.

Hingga Oktober 2023, Indonesia memiliki total 53 smelter. Mayoritas adalah smelter nikel yaitu sebanyak 30 smelter. Provinsi dengan lokasi smelter terbanyak berturut-turut adalah Maluku Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Tengah. 

Kompilasi yang dilakukan dari berbagai pemberitaan, setidaknya sejak 2015 terdapat 65 insiden kecelakaan di lingkup smelter nikel yang melibatkan 10 perusahaan milik Tiongkok di Indonesia.

Dari segi insiden, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) merupakan perusahaan terbanyak dengan mencapai 18 total insiden sepanjang tahun 2018 sampai 2022. Dari segi korban jiwa, terbanyak insiden sepanjang 2020 sampai 2023 PT ITSS memakan 21 korban jiwa.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyebut bahwa sepanjang 2022 hingga 2023, tidak ada satu pun perusahaan terkena sanksi atas kecelakaan yang menewaskan sejumlah pekerja smelter nikel. 

Namun, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, disebut telah memberi peringatan kepada PT GNI pada Maret 2023. Hal itu dilakukan akibat kecelakaan kerja dan memerintahkan anak buahnya untuk melakukan investigasi terhadap beberapa smelter nikel lain.