Dalam empat hari perdagangan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi lebih dari 12%. Koreksi dalam ini adalah imbas pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menunda rebalancing indeks di Indonesia.

Alasannya, MSCI masih menilai transparansi data kepemilikan saham yang bebas diperjualbelikan atau free float masih belum cukup di Indonesia. Investor juga khawatir tidak transparannya data ini menyebabkan perdagangan terkoordinasi yang mengaburkan harga saham aslinya.

Polemik ini turut membuat empat petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)--termasuk Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisaris--dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) mundur.

Anggota Dewan Komisaris Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisaris, Friderica Widyasari menyatakan OJK berkomitmen untuk mempercepat reformasi pasar modal Indonesia. 

“Kami OJK bersinergi dengan pemerintah dan juga seluruh stakeholder terkait akan mempercepat reformasi di pasar modal melalui pendekatan yang lebih holistik,” ujar Kiki dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Sabtu (31/1).

Lebih jauh Kiki mengatakan langkah reformasi tersebut mencakup perbaikan kualitas emiten dan saham yang diperdagangkan, peningkatan literasi serta perlindungan investor khususnya investor ritel hingga penegakan hukum yang tegas dan konsisten. Selain itu, OJK juga berkomitmen meningkatkan likuiditas dan pendalaman pasar. 

 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antoineta Amosella