Berbeda dengan industrialisasi konvensional yang berfokus pada pertumbuhan, produktivitas, investasi, dan daya saing, industrialisasi hijau menggabungkan tujuan ekonomi dengan transformasi rendah karbon.

Menurut laporan Katadata Insight Center (KIC) Menuju Industrialisasi Hijau yang Efektif, terdapat tiga sektor strategis yang saling berkaitan dalam industrialisasi hijau, yakni energi baru terbarukan (EBT), mineral kritis, dan manufaktur.

EBT menjadi basis pembangunan industri sekaligus mendukung target emisi nol bersih sektor industri pada 2050. Energi bersih diperlukan agar ekspansi industri dapat berlangsung tanpa meningkatkan emisi secara signifikan.

Mineral kritis menjadi bahan baku penting bagi pengembangan industri berbasis transisi energi. Pengelolaan mineral secara berkelanjutan dapat memperkuat nilai tambah sekaligus mendukung pengembangan industri hijau.

Sementara itu, manufaktur berperan besar dalam perekonomian Indonesia, dengan kontribusi sekitar 18,9 persen terhadap PDB dan menyerap lebih dari 19 juta tenaga kerja. Transformasi sektor ini menuju proses produksi yang lebih bersih penting untuk menurunkan emisi tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.