Berbicara tentang gangguan kesehatan, salah satunya yang mungkin sering dialami ibu hamil adalah eksim. Keluhan kulit yang disebut eksim biasanya muncul pada trimester pertama dan kedua kehamilan.
Kondisi ini dapat terlihat adanya ruam merah pada kulit, sensasi gatal, kasar, dan kering di wajah, leher, dada maupun area sekitar perut. Prevalensi eksim pada ibu hamil 17 sampai 52 persen.
PAFI dengan alamat website https://pafikotasibolga.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia memiliki tujuan untuk terus mengembangkan serta meningkatkan standar farmasi Indonesia dari sudut pandang akademis dan praktik.
Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab adanya eksim pada ibu hamil, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.
Apa saja faktor penyebab terjadinya eksim saat hamil?
Saat hamil, penyebab eksim belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor seperti keturunan dan kondisi lingkungan dapat menyebabkan kondisi ini. Faktor-faktor tertentu, seperti sistem kekebalan tubuh yang lemah, perubahan hormon, stres, dan alergi, baik karena makanan, paparan bahan kimia pada produk perawatan kulit, cuaca yang terlalu dingin atau terlalu panas bisa menyebabkan ruam gatal pada kulit. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya eksim pada bumil yang perlu diperhatikan meliputi:
Perubahan hormon selama kehamilan
Selama kehamilan, tubuh mengalami perubahan hormonal yang signifikan. Kadar estrogen dan progesteron meningkat secara dramatis untuk mendukung pertumbuhan janin dan persiapan tubuh untuk melahirkan. Perubahan ini dapat memengaruhi kekuatan dan integritas kulit, membuatnya lebih rentan terhadap iritasi dan inflamasi. Beberapa wanita mungkin mengalami eksim untuk pertama kalinya selama kehamilan karena perubahan hormon ini.
Sistem kekebalan tubuh yang lemah
Kehamilan juga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, membuatnya lebih lemah untuk mencegah reaksi alergi dan inflamasi. Hal ini dapat memicu atau memperburuk gejala eksim, karena tubuh menjadi lebih sensitif terhadap faktor lingkungan yang biasanya tidak menyebabkan masalah.
Alergi
Alergi terhadap makanan, bahan kimia dalam produk perawatan kulit, atau lingkungan dapat memicu eksim. Selama kehamilan, tubuh mungkin menjadi lebih sensitif terhadap alergen ini, sehingga gejala eksim dapat muncul atau memburuk.
Kulit yang sensitif
Perubahan hormon selama kehamilan dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap faktor lingkungan seperti cuaca ekstrem, pakaian tertentu, atau bahan kimia dalam produk perawatan pribadi. Sensitivitas ini dapat memicu reaksi alergi atau iritasi kulit yang berkontribusi pada eksim.
Faktor keturunan dan gaya hidup
Jika ada riwayat eksim dalam keluarga, risiko mengalami eksim selama kehamilan juga meningkat. Selain itu, selama kehamilan, banyak wanita mengalami perubahan gaya hidup, seperti pola makan yang berbeda atau peningkatan kelelahan, yang dapat mempengaruhi kondisi kulit. Pola makan yang tidak seimbang atau kurangnya istirahat dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan memperburuk gejala eksim.
Apa saja obat yang tepat untuk mengobati eksim saat hamil?
PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab eksim saat hamil. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala eksim pada bumil serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:
1. Salep steroid topikal
Salep steroid topikal dapat digunakan untuk mengobati eksim yang lebih parah. Steroid potensi ringan dan sedang umumnya aman digunakan selama kehamilan, tetapi konsultasikan dengan apoteker terlebih dahulu untuk memastikan dosis dan jenis steroid yang tepat. Salep hidrokortison biasanya direkomendasikan karena relatif aman.
2. Caladine lotion
Caladine lotion mengandung calamine dan diphenhydramine, yang efektif meredakan gatal dan kemerahan. Namun, pastikan untuk berkonsultasi dengan apoteker sebelum menggunakan obat ini, terutama jika Anda memiliki alergi atau kondisi kesehatan lainnya.
3. Pelembap alami
Pelembap alami seperti minyak kelapa atau minyak zaitun juga dapat digunakan. secara teratur sangat penting untuk menjaga kelembaban kulit dan mengurangi gejala eksim. Pastikan pelembap yang digunakan tidak mengandung retinol, hidrokuinon, atau merkuri.
Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi eksim pada ibu hamil adalah rutin untuk mandi dengan air hangat. Mandi dengan air hangat dapat membantu meredakan gatal dan mengurangi iritasi kulit. Pastikan untuk menggunakan sabun yang lembut dan tidak mengandung deterjen. Selain itu, penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan dosis obat yang sesuai kebutuhan.
Dapatkan informasi kesehatan serta layanan farmasi gratis dengan mengunjungi pafikotasibolga.org melalui smartphone Anda.