Ini Jenis Transaksi yang Bisa Dipantau Payment ID: Investasi hingga Utang

Fakultas Hukum UMSU
Jenis Transaksi yang Bisa Dipantau Payment ID
Penulis: Anggi Mardiana
Editor: Safrezi
8/8/2025, 14.27 WIB

Berbagai jenis transaksi bisa dipantau Payment ID menggunakan kode identifikasi unik yang terhubung NIK (Nomor Induk Kependudukan). Peluncuran Payment ID merupakan bagian dalam membangun data BI Payment Info dan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030. 

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Dicky Kartikoyono, menyampaikan bahwa saat ini Payment ID masih berada dalam tahap uji coba. Pada tahap awal, uji coba akan difokuskan pada penyaluran bantuan sosial (bansos) non-tunai, sebagai bagian dari upaya mendukung program Perlindungan Sosial (Perlinsos).

Jenis Transaksi yang Bisa Dipantau Payment ID

Jenis Transaksi yang Bisa Dipantau Payment ID (LBS Urun Dana)

Payment ID akan menjadi sistem yang mengintegrasikan seluruh aktivitas keuangan masyarakat, mulai dari pendapatan hingga transaksi belanja yang dilakukan melalui rekening bank, kartu kredit, maupun dompet digital (e-wallet). 

Dengan sistem ini, berbagai jenis transaksi individu dapat terlihat secara menyeluruh. Mulai dari investasi hingga utang, termasuk pinjaman online (pinjol). Informasi keuangan tersebut akan tercatat dan dikaitkan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Dudi Dermawan Saputra, menyatakan bahwa pihak BI akan membangun infrastruktur yang kuat untuk menjamin keamanan dan privasi data masyarakat. Pembagian data hanya akan dilakukan dengan izin dari pemilik data, guna mencegah penyalahgunaan.

Contohnya, jika seseorang mengajukan kredit ke bank, ia akan menerima notifikasi di ponselnya apabila data Payment ID miliknya dibagikan ke bank tersebut.

"Kami akan memastikan perlindungan terhadap pemilik Payment ID dan mencegah penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Dudi.

Tujuan akhir dari sistem ini yaitu menciptakan data publik terpercaya, yang dapat memperkuat keamanan transaksi sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan nasional.

Direktur Bisnis Bank Mandiri Taspen, Maswar Purnama, menyebut bahwa Payment ID dapat menjadi sumber data tunggal (single source of truth) untuk menekan potensi kredit bermasalah. Ia menilai, keberadaan Payment ID membantu memberikan gambaran menyeluruh dan akurat mengenai finansial individu, sehingga memudahkan pihak perbankan dalam melakukan analisis kelayakan kredit dan mengambil keputusan yang lebih tepat.

Fungsi Payment ID dan Tahap Implementasinya

Ke depan, Payment ID akan menjalankan tiga fungsi utama, yaitu:

  • Mengidentifikasi identitas pengguna secara spesifik.
  • Memverifikasi keaslian data transaksi.
  • Mengintegrasikan data pribadi dengan rekam jejak transaksi secara menyeluruh.

Pengembangan Payment ID merupakan bagian dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030. Implementasinya akan berlangsung secara bertahap, yaitu:

  • Tahap pertama dijadwalkan dimulai pada 2027.
  • Disusul tahap kedua pada 2029, yang akan melibatkan kerja sama dengan berbagai lembaga terkait.

Itulah jenis transaksi yang bisa dipantau payment ID, memantau berbagai jenis transaksi keuangan secara komprehensif. Dengan integrasi terhadap NIK dan koneksi ke berbagai saluran pembayaran seperti rekening bank, dompet digital, dan platform pembayaran lainnya, Payment ID mampu merekam dan menganalisis transaksi indiviu.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.