Pengemudi Ojol Meninggal Terlindas Taktis Brimob, Begini Sosok Affan
Pengemudi ojol meninggal terlindas taktis Brimob di tengah kerumunan aksi massa pada Kamis malam (28/08), memicu kemarahan dan keprihatinan publik secara luas. Kejadian ini berlangsung setelah demonstran mengambil alih aksi protes buruh di sekitar Gedung DPR. Menanggapi insiden tersebut, pihak Istana Kepresidenan dan jajaran kepolisian menyampaikan permintaan maaf.
Desakan agar kasus ini diusut secara menyeluruh pun terus bergema. Bahkan, mulai muncul ajakan untuk menggelar aksi demo guna menentang tindakan represif aparat kepolisian.
Pengemudi Ojol Meninggal: Ini Sosok Affan Sebagai Tulang Punggung Keluarga
Affan merupakan penopang utama ekonomi keluarganya. Ia tinggal bersama tujuh anggota keluarga lainnya di sebuah rumah kontrakan berukuran 3x11 meter yang terletak di gang sempit di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Rumah kontrakan tersebut memiliki dua kamar, satu ditempati oleh Affan dan kakaknya, sementara kamar lainnya dihuni oleh kedua orang tuanya. Keluarga Affan membayar sewa bulanan sebesar Rp1,2 juta.
Setelah Affan meninggal dunia, jenazahnya disemayamkan di reruntuhan rumah kosong yang berada tidak jauh dari tempat tinggal keluarganya. Sekitar pukul 08.15 WIB, jenazah telah ditempatkan di depan kontrakan, mereka dijadwalkan akan dimakamkan di TPU Karet Bivak sekitar pukul 09.30 WIB.
Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga. Nenek Affan, Muuzizah, mengenangnya sebagai sosok yang rajin dan bertanggung jawab. Ia bercerita bahwa Affan sering menabung dari penghasilannya, dan terakhir kali mereka bertemu saat Affan mengantar beras ke rumahnya di Jatipulo.
Menanggapi tragedi ini, Istana Kepresidenan segera mengambil tindakan pada malam kejadian, Kamis (28/08). Melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, pemerintah menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Dalam pernyataan tertulisnya, Prasetyo menyatakan bahwa pihak istana turut berduka dan sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga agar situasi tetap terkendali. Presiden Prabowo Subianto pun mengungkapkan belasungkawa dan berjanji akan memerintahkan jajarannya mengusut tuntas kasus ini dan memberikan hukuman berat.
6 Fakta tentang Affan Kurniawan
Tertabrak oleh kendaraan taktis Brimob pada Kamis malam, 28 Agustus 2025 di Jalan Penjernihan, Jakarta Pusat, berikut 6 fakta tentang Affan Kurniawan:
1. Korban Panik saat Ricuh
Seorang saksi mata, Didin Indrianto, mengonfirmasi bahwa ia menyaksikan langsung peristiwa tragis saat seorang pengemudi ojek online, Affan, terlindas kendaraan taktis milik polisi. Ia menyatakan bahwa insiden terjadi tidak jauh dari lampu merah penyeberangan di Jalan Penjernihan. Menurut Didin, korban kemungkinan besar mengalami kepanikan saat situasi kericuhan akibat aksi unjuk rasa, hingga terjatuh ke jalan.
“Sepertinya dia panik, jatuh, lalu dilindas. Mungkin sopir kendaraan tak melihat keberadaannya,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa sejumlah warga sempat mencoba memperingatkan petugas dan bahkan mengejar kendaraan tersebut, namun kehilangan jejak.
2. Affan Meninggal di RSCM
Affan Kurniawan meninggal saat mendapat perawatan di RSCM. Atas peristiwa ini, Irjen Asep Edi Suheri, Kapolda Metro Jaya menyatakan belasungkawa meninggalnya Affan dan menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang terjadi.
3. Pengemudi Ojol Geruduk Markas Brimob Kwitang
Ratusan pengemudi ojek online bersama warga mendatangi Markas Brimob di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, pada Kamis malam. Aksi ini merupakan respons atas insiden tewasnya seorang driver ojol yang dilindas kendaraan taktis milik Brimob.
4. Kapolri Minta Maaf
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf terkait beredarnya video viral yang memperlihatkan kendaraan taktis Brimob diduga melindas seorang pengemudi ojek online.
5. Istana Angkat Bicara
Pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan permintaan maaf terkait insiden yang menewaskan seorang pengemudi ojek online saat aksi unjuk rasa. Ia menegaskan bahwa kejadian tragis tersebut sangat disesalkan dan menjadi perhatian serius.
6. Tujuh Anggota Polisi Diperiksa
Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian tengah menelusuri keberadaan korban, dan Divisi Propam Polri telah diperintahkan untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden tersebut.
Pengemudi ojol meninggal terlindas taktis Brimob, memicu protes luas dari masyarakat. Kejadian ini tidak hanya menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius mengenai profesionalisme dan tanggung jawab aparat dalam menangani kerusuhan.