Seiring berkembangnya aktivitas ekonomi, penggunaan kemasan semakin luas dan menjadi kebutuhan utama di berbagai sektor, seperti makanan dan minuman, ritel, serta barang konsumsi harian.
Kementerian Perindustrian mencatat kebutuhan industri kemasan nasional mencapai sekitar 7 juta ton per tahun. Di tengah besarnya kebutuhan tersebut, pemerintah turut mendorong diversifikasi produk kemasan, termasuk melalui material berbasis kertas seperti paperboard.
Dorongan ini sejalan dengan perkembangan industri kemasan yang semakin membutuhkan pilihan material yang lebih beragam dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Saat ini, kemasan berbasis kertas disebut telah mencakup sekitar 28 persen dari total industri kemasan nasional. Secara global, pasar paperboard juga diproyeksikan tumbuh sekitar 3–5 persen per tahun.
Pertumbuhan tersebut tidak hanya didorong oleh peningkatan kebutuhan kemasan, tetapi juga oleh perubahan standar industri. Pelaku usaha kini membutuhkan kemasan yang tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga memiliki kualitas cetak yang baik, konsistensi material, serta performa yang mendukung proses produksi.
Dalam konteks makanan dan minuman, tantangan tersebut menjadi semakin kompleks. Kemasan perlu memiliki ketahanan yang sesuai terhadap kelembapan, minyak, maupun suhu tertentu, sekaligus tetap menjaga kualitas tampilan dan efisiensi produksi. Karena itu, inovasi dalam pengembangan paperboard menjadi penting agar material ini dapat digunakan secara lebih luas untuk berbagai kebutuhan kemasan.
BoardOne™: Solusi Paperboard untuk Berbagai Aplikasi
Di Indonesia, pengembangan paperboard terus bergerak mengikuti kebutuhan tersebut. Salah satunya melalui BoardOne™, yang dirancang untuk mendukung beragam aplikasi kemasan, terutama bagi industri yang membutuhkan material dengan kualitas konsisten dan performa produksi yang andal.
BoardOne™ menghadirkan pilihan paperboard dengan karakteristik yang disesuaikan untuk kebutuhan industri, mulai dari kualitas cetak, kestabilan material, hingga efisiensi dalam proses produksi. Dengan spesifikasi yang tepat, paperboard dapat membantu pelaku usaha menghasilkan kemasan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mendukung standar kualitas yang semakin dibutuhkan pasar.
BoardOne™ menghadirkan paperboard jenis cupstock dan platestock yang dirancang untuk kontak langsung dengan makanan. Produk ini telah memperoleh sejumlah sertifikasi keamanan pangan internasional, termasuk FDA dari Amerika Serikat dan ISEGA dari Jerman. Tak hanya itu, produk ini juga bebas dari Optical Brightening Agent (OBA) atau zat pemutih, sehingga aman untuk kontak pangan.
Selain itu, BoardOne™ juga tersedia dalam kategori Folding Box Board (FBB), yang umum digunakan untuk berbagai kebutuhan kemasan ritel dan makanan. Struktur paperboard yang kuat membantu menjaga bentuk kemasan selama proses distribusi, sementara permukaannya yang rata dan halus mendukung hasil cetak yang lebih tajam dan konsisten.
Selain performa material, pengembangan paperboard juga semakin mempertimbangkan aspek keberlanjutan dalam rantai pasok industri. Untuk itu, BoardOne™ menggunakan sumber serat kayu yang dikelola secara lestari dan telah tersertifikasi Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC), salah satu standar internasional untuk pengelolaan hutan yang bertanggung jawab. Tak hanya itu, produk BoardOne™ juga sepenuhnya diproduksi di Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau.
Mendorong Diversifikasi Industri Kemasan
Ke depan, pengembangan produk inovatif seperti BoardOne™ menunjukkan bahwa pertumbuhan industri paperboard bukan lagi sekadar respons terhadap peningkatan permintaan pasar, tetapi juga tentang kemampuan industri menghadirkan solusi yang bernilai tambah dan relevan dengan kebutuhan industri.
Seiring berkembangnya kebutuhan industri dan meningkatnya standar pasar terhadap kualitas serta efisiensi kemasan, paperboard dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang semakin luas sebagai salah satu material yang mendukung inovasi dan perkembangan industri kemasan di Indonesia.