Doa Agar Selamat dari Kebakaran, Sesuai Anjuran Rasulullah SAW

ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/wsj.
Personel Yonif TP 882/Hulubalang melakukan pembasahan untuk mencegah api kembali menyala di lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (23/8/2026). BNPB mencatat luas lahan di Kalimantan Barat yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai 38.310,89 hektare, yang berpotensi menimbulkan bencana asap di sejumlah kabupaten/kota di provinsi setempat.
Penulis: Izzul Millati
Editor: Safrezi
24/8/2026, 15.25 WIB

Kebakaran merupakan salah satu ancaman musibah yang dapat menimbulkan kerugian material hingga korban jiwa dalam waktu singkat. Di tingkat perkotaan, berdasarkan data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), faktor pemicu kebakaran mayoritas berasal dari korsleting listrik, kelalaian penggunaan kompor gas, hingga penanganan bahan mudah terbakar yang kurang tepat. 

Sementara di kawasan hutan dan lahan, fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seperti yang kerap melanda wilayah Kalimantan menjadi ancaman ekologis serius. Kombinasi antara musim kemarau ekstrem, kondisi lahan gambut yang mengering, serta kelalaian manusia memicu penyebaran api secara masif hingga menimbulkan kabut asap tebal.

Selain mengandalkan mitigasi teknis seperti penyediaan alat pemadam api ringan (fire extinguisher) dan instalasi jalur evakuasi, upaya perlindungan spiritual juga memegang peranan penting bagi masyarakat. Dalam ajaran Islam, amalan Doa Agar Selamat dari Kebakaran menjadi bentuk ikhtiar batin untuk memohon perlindungan dari Allah SWT dari ancaman bahaya api, baik di lingkungan pemukiman maupun bencana karhutla di wilayah permukiman terbuka.

Rasulullah SAW dalam berbagai riwayat hadis telah memberikan panduan eksplisit mengenai kewaspadaan terhadap ancaman api. Api di satu sisi memberikan manfaat besar bagi kehidupan. Namun, di sisi lain berpotensi menjadi ancaman serius jika tidak dikendalikan dengan baik. Oleh karena itu, penerapan ikhtiar fisik yang dipadukan dengan pembacaan doa merupakan kewajiban moral setiap individu untuk menjaga keselamatan diri, keluarga, serta lingkungan sekitar..

Bacaan Doa Agar Selamat dari Kebakaran dan Perlindungan Musibah

Islam mengajarkan beberapa lafadz doa yang dapat diamalkan baik sebagai langkah pencegahan rutin (preventive measure) maupun saat berada dalam situasi darurat (emergency situation). Pembacaan lafadz perlindungan ini bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW dan kitab-kitab turats ulama.

Berikut adalah daftar bacaan doa agar selamat dari kebakaran yang dianjurkan untuk dibaca saat menghadapi ancaman kobaran api:

1. Doa Memohon Perlindungan dari Bencana dan Kebakaran

Dalam riwayat Imam an-Nasa'i, Rasulullah SAW memohon perlindungan dari berbagai jenis musibah yang merusak, termasuk kehancuran akibat terbakar. Bacaan doa tersebut adalah sebagai berikut:

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّيْ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ وَالْحَرِيْقِ وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ فِيْ سَبِيْلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ لَدِيْغًا

Allahumma inni a'udzu bika minal hadmi, wa a'udzu bika minat taraddi, wa a'udzu bika minal gharqi wal hariqi, wa a'udzu bika an yatakhabbathanisy syaithanu 'indal mauti, wa a'udzu bika an amuta fi sabilika mudbiran, wa a'udzu bika an amuta ladhigha.

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa reruntuhan, aku berlindung kepada-Mu dari jatuh dari tempat yang tinggi, aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam dan kebakaran, aku berlindung kepada-Mu dari bujuk rayu setan ketika menjelang kematian, aku berlindung kepada-Mu dari mati di jalan-Mu dalam keadaan melarikan diri, dan aku berlindung kepada-Mu dari mati karena sengatan binatang."

2. Bacaan Takbir Saat Melihat Kobaran Api

Ketika api telah membesar dan mengancam keselamatan, umat Islam disunahkan untuk mengumandangkan takbir secara berulang-ulang. Dalam riwayat Ibnu Sunni, Rasulullah SAW bersabda bahwa pembacaan takbir memiliki keutamaan untuk membantu memadamkan api.

اللهُ أَكْبَرُ

Allahu Akbar.

Artinya: "Allah Maha Besar."

Membaca takbir dengan suara keras dan penuh keyakinan saat terjadi kebakaran merupakan bentuk pengakuan atas keagungan Allah SWT, sekaligus memberikan ketenangan batin (inner peace) bagi orang-orang yang sedang berupaya menyelamatkan diri maupun memadamkan api.

3. Doa Penjagaan Harta dan Tempat Tinggal

Syekh Shafwak Sa'dallah Al-Mukhtar dalam karya literatur keislaman menyebutkan doa yang diajarkan oleh sahabat Nabi untuk menjaga diri, keluarga, dan harta benda dari gangguan bahaya kebakaran serta kemudaratan lainnya:

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ عَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ , مَا شَاءَ اللهُ كَانَ وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ , لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ , أَعْلَمُ أَنَّ اللهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ , وَأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا , اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا إِنَّ رَبِّيْ عَلٰى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ

Allahumma anta rabbi la ilaha illa anta 'alaika tawakkaltu wa anta rabbul 'arsyil 'adzim. Masya Allahu kana wa ma lam yasya' lam yakun. La haula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil 'adzim. A'lamu annallaha 'ala kulli syai'in qadir. Wa annallaha qad ahatha bikulli syai'in 'ilma. Allahumma inni a'udzubika min syarri nafsi wa min syarri kulli dabbatin anta akhidzubinasiyatiha inna rabbi 'ala shirathim mustaqim.

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau. Kepada-Mu aku bertawakal dan Engkau adalah Tuhan pemilik 'Arasy yang agung. Apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan terjadi. Tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Aku tahu bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku dan dari kejahatan setiap makhluk melata yang Engkau pegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku berada di jalan yang lurus."

Panduan Penyelamatan Diri Saat Kebakaran Terjadi

Selain memanjatkan Doa Agar Selamat dari Kebakaran, setiap warga wajib memahami standar operasional prosedur evakuasi darurat. Kecepatan dan ketepatan tindakan sangat menentukan keselamatan jiwa ketika berada di lokasi musibah. Penanganan fisik yang rasional dan terstruktur diperlukan demi meminimalkan dampak buruk yang timbul.

Langkah-langkah evakuasi medis dan teknis yang perlu dilakukan meliputi:

  • Tetap Tenang dan Jangan Panik: Kepanikan berlebihan dapat menghambat pengambilan keputusan rasional saat mencari jalan keluar dari area berbahaya.

  • Keluar Melalui Jalur Evakuasi: Hindari penggunaan lif (elevator) dan selalu gunakan tangga darurat yang telah disediakan pada struktur bangunan.

  • Merayap Jika Banyak Asap: Asap beracun cenderung membubung ke atas ruangan. Posisikan tubuh merayap atau membungkuk rendah untuk mendapatkan pasokan oksigen yang lebih bersih.

  • Tutup Hidung dan Mulut: Gunakan kain basah untuk menyaring partikel karbon yang berisiko merusak saluran pernapasan.

  • Menghubungi Petugas Pemadam Kebakaran: Segera hubungi nomor darurat pemadam kebakaran setempat setelah berhasil mencapai titik kumpul (assembly point) yang aman.

Integrasi antara kesiapsiagaan fisik dan pengamalan doa memberikan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat. Dengan senantiasa menjaga kewaspadaan lingkungan serta memohon perlindungan Ilahi, potensi risiko bencana kebakaran dapat diminimalkan semaksimal mungkin.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.