Santri Keracunan MBG di Sidoarjo Capai 566 Orang, Puluhan Masih Dirawat

chatgptgenerated
Santri Keracunan MBG di Sidoarjo
Penulis: Anggi Mardiana
Editor: Safrezi
3/9/2026, 08.16 WIB

Kasus santri keracunan MBG di Sidoarjo menjadi perhatian setelah ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo pada Rabu (2/9/2026) mencatat total korban yang mengalami gejala mencapai 566 orang.

Lakhsmie menyebutkan, sebelumnya terdapat 531 korban yang masuk dalam pendataan. Setelah 35 orang kembali ditemukan dan mendapat penanganan medis, total korban bertambah menjadi sekitar 566 orang.

"Data sebelumnya 531 orang, kemudian bertambah 35 kasus baru. Jadi totalnya kurang lebih 566 orang," ujar Lakhsmie dikutip dari beberapa media, Rabu (2/9/2026).

Insiden tersebut bermula pada Selasa (1/9/2026), ketika para santri mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. Beberapa jam setelah menyantap makanan, sejumlah santri mulai mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, dan lemas.

Kronologi Santri Keracunan MBG di Sidoarjo

Kronologi Keracunan MBG Sidoarjo (pexels.com)

Dugaan keracunan pertama kali diketahui setelah para santri mengonsumsi menu MBG selepas salat Zuhur. Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Hikam, KH Abdul Wahid Harun, mengatakan keluhan mulai muncul sekitar waktu salat Asar.

Pada awalnya, hanya beberapa santri yang mengalami mual dan muntah. Namun, jumlah santri dengan keluhan serupa terus bertambah sehingga mereka harus mendapatkan pertolongan medis dan dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan. 

Data awal pada Selasa malam menunjukkan sedikitnya 120 santri telah dibawa ke rumah sakit. Mereka mendapatkan perawatan di RSUD Sidoarjo, RS Siti Hajar, RS Delta Surya, dan RS Pusura Gelam. 

Jumlah korban keracunan MBG kemudian meningkat secara signifikan. Pada Rabu pagi, data penanganan medis mencatat sekitar 500 santri telah mendapatkan penanganan di delapan rumah sakit di Sidoarjo. Dari jumlah tersebut, 320 pasien telah diperbolehkan pulang, 65 masih menjalani rawat inap, sementara 115 lainnya masih dalam observasi.

Badan Gizi Nasional Lakukan Investigasi

Badan Gizi Nasional (BGN) turut melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti munculnya dugaan keracunan tersebut. BGN sebelumnya menyebut jumlah santri yang terdampak di Ponpes Manbaul Hikam mencapai 512 orang berdasarkan data yang mereka terima. 

Sementara itu, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya juga turun tangan untuk menyelidiki kasus tersebut. Makanan yang dikonsumsi para santri diketahui diproduksi oleh SPPG Kalitengah di Kecamatan Tanggulangin. 

Pemkab Sidoarjo juga menyoroti keberadaan SPPG yang belum mengantongi izin. Bupati Sidoarjo Subandi menyebut terdapat 31 dari total 170 SPPG di wilayah tersebut yang belum memiliki izin. Ia meminta pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. 

Hingga Rabu (2/9/2026), penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para korban masih dalam proses penyelidikan. Pemerintah dan pihak terkait masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan apakah keluhan tersebut benar-benar disebabkan oleh makanan MBG.

Kasus santri keracunan MBG di Sidoarjo kini mencapai 566 korban berdasarkan pendataan Dinkes Sidoarjo, sementara 88 orang masih menjalani rawat inap dan proses investigasi mengenai penyebabnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.